Berikan Kenyamanan dalam Beribadah, SMAN 1 Malang Bangun Masjid Mitreka Satata

Sep 07, 2021 20:30
Kepala Sekolah SMAN 1 Malang Drs Heru Wahyudi MPd (kanan) bersama Ketua Komite SMAN 1 Malang Tri Wedianto saat menunjukkan site plan pembangunan Masjid Mitreka Satata, Selasa (7/9/2021). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)
Kepala Sekolah SMAN 1 Malang Drs Heru Wahyudi MPd (kanan) bersama Ketua Komite SMAN 1 Malang Tri Wedianto saat menunjukkan site plan pembangunan Masjid Mitreka Satata, Selasa (7/9/2021). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Malang mulai melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Mitreka Satata yang berlokasi di dalam Gedung SMAN 1 Malang, Selasa (7/9/2021). 

Peletakan batu pertama pembangunan Masjid Mitreka Satata SMAN 1 Malang dihadiri oleh jajaran perwakilan guru, alumni dari pusat dan Jawa Timur serta Ketua Komite sekolah beserta pengurus lainnya. 

sman-1-malang79e7569156147933.jpg

Kepala SMAN 1 Malang Drs Heru Wahyudi, MPd mengatakan, pembangunan Masjid Mitreka Satata bertujuan untuk menampung kegiatan beribadah para siswa serta keluarga besar SMAN 1 Malang lainnya. 

"Menampung siswa-siswi yang beribadah khususnya ketika salat dhuha, salat dhuhur termasuk ashar yang ini tidak tertampung. Selama ini pakai ruang kelas dengan ukuran 7x8 meter," ungkapnya kepada JatimTIMES.com, Selasa (7/9/2021). 

sman-1-malang-3728299278deedfee.jpg

Selain itu, dengan dibangunnya Masjid Mitreka Satata dapat digunakan sebagai sarana untuk melakukan kegiatan keagamaan lainnya. Seperti peringatan hari-hari besar Islam serta ekstrakulikuler keagamaan. 

"Saya berangan-angan ada Klinik Salat, artinya untuk menampung anak-anak bagaimana cara salat yang khusyuk, termasuk anak-anak yang belum bisa baca tulis Al-Qur'an bisa kita ajari di situ. Insya allah semuanya murni untuk kegiatan ibadah," terangnya. 

sman-1-malang-248cf26115ce26419.jpg

Untuk sumber pendanaan pembangunan Masjid Mitreka Satata terdiri dari dana Ikatan Alumni Mitreka Satata (Ikamisa) sebesar Rp 202 juta dan dana Komite SMAN 1 Malang yang berasal dari sumbangan partisipasi orang tua siswa. Selain itu juga terdapat sumbangan dari Dewan Guru dan Tata Usaha SMAN 1 Malang, serta tambahan lain dari pihak kepala sekolah. Lebih lanjut, selain bantuan berupa dana, beberapa alumni juga telah memberikan bantuan berupa bahan material. 

"Termasuk untuk sarana pipanisasi ruang wudu, masuk ke lantai atas tandon itu ditanggung oleh alumni. Sedangkan keramik juga memakai granit seluas 230 meter persegi dari alumni," ujarnya.  

Meskipun berdiri di atas lahan yang terbatas, pihaknya menegaskan tidak akan mengurangi sedikit pun bangunan SMAN 1 Malang yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya melalui SK Wali Kota Malang. 

"Jadi tidak akan kami ubah, tetap cagar budaya kami upayakan sebagai cagar budaya resmi karena juga sudah menjadi SK Wali Kota Malang," tegasnya. 

Lebih lanjut, pihaknya juga memberikan ruang kepada seluruh orang untuk memberikan bantuan demi terwujudnya Masjid Mitreka Satata. "Kami juga menunggu bantuan barangkali ada yang berkeinginan menanam ke surganya Allah ini kami membuka untuk kesempatan infaq, shodaqoh atau amal jariyah demi terwujudnya Masjid Mitreka Satata," tuturnya. 

Sementara itu, Ketua Komite SMAN 1 Malang Drs HM Tri Wediyanto MSi mengatakan, terdapat dua program prioritas dari Komite SMAN 1 Malang. Yakni renovasi ruang guru yang sebelumnya tidak layak dan pembangunan sarana ibadah. Untuk renovasi ruang guru saat ini sudah selesai dilakukan yang membuat guru lebih nyaman dengan masing-masing satu guru satu meja. 

"Jadi sekarang guru bisa meja sendiri sendiri. Dulu satu meja dua orang, jadi guru nggak bisa istirahat," katanya. 

Kemudian untuk program prioritas kedua yakni pembangunan sarana ibadah. Setelah dilakukan rapat dengan jajaran komite, Tri menuturkan pihak komite SMAN 1 malang telah memutuskan untuk membangun sarana ibadah berupa Masjid Mitreka Satata. 

Lalu untuk pendanaan sendiri, dalam perencanaan pembangunan Masjid Mitreka Satata diperlukan dana lebih dari Rp 1 miliar. Sedangkan pihak Komite SMAN 1 Malang saat ini memiliki total saldo sekitar Rp 400 juta. Dan gelontoran dana dari Ikamisa sementara ini sekitar Rp 202 juta. 

"Sekarang ini terkumpul dana kurang lebih Rp 700 juta. Saya punya keyakinan, karena kita punya niat baik, InsyaAllah doa-doa kita didengar oleh Allah Subhanahuwata'ala. Dana itu akan tercukupi dan pembangunan akan tepat waktu selesai," jelasnya. 

Terakhir, dengan dibangunnya Masjid Mitreka Satata pihaknya berharap masjid dapat digunakan sebagai sarana ibadah untuk Keluarga Besar SMAN 1 Malang. Mulai dari salat, peringatan hari-hari besar Islam serta ekstrakulikuler keagamaan. 

"Mungkin belajar mengaji, belajar untuk menjadi imam dan sebagainya nanti bagaimana guru agama bisa berinovasi dengan adanya fasilitas yang ada ini," pungkasnya.

Topik
sejarah bondowosoSMAN 1 Malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru