Penanganan Covid-19 Semakin Membaik, BOR Kota Malang Terus Alami Penurunan

Sep 07, 2021 10:51
Bed untuk pasien Covid-19 di safe house Jl Kawi Kota Malang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Bed untuk pasien Covid-19 di safe house Jl Kawi Kota Malang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Penerapan masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di Kota Malang nampaknya cukup menuai hasil yang signifikan. Hal ini terlihat, dari penanganan Covid-19 yang terus mengalami peningkatan.

Seperti, jumlah kasus penambahan Covid-19 yang tidak mengalami lonjakan drastis. Hingga capaian Bed Occupancy Rate (BOR) yang terus menurun. Bahkan, jika BOR berhasil di angka 30 persen, Kota Malang akan bisa turun level di PPKM Level 2.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr Husnul Muarif. Menurutnya, tingkat BOR untuk ICU, IGD hingga rumah isolasi di Kota Malang sudah menurun jauh.

"BOR kita sudah jauh turun, kalau bisa di bawah 30 persen nanti bisa untuk turun di level 2," ungkapnya.

Husnul menjelaskan, BOR ICU di Kota Malang saat ini juga telah memenuhi target yang ditetapkan nasional yakni di bawah 80 persen. Sedangkan, BOR untuk isolasi pasien Covid-19 di rumah sakit rujukan juga terus menurun.

"ICU BOR 53 persen, batas kita nggak lebih dari 80 persen. Isolasi, di kita 26,52 persen yang di rumah sakit rujukan, dari 939 tempat tidur, yang terisi sebanyak 240," jelasnya.

Kemudian, IGD di rumah sakit rujukan, dikatakan Husnul, kini juga terus menurun. Sehingga masyarakat tidak lagi kesusahan seperti saat kasus mengalami lonjakan, hingga harus inden masuk ke perawatan IGD.

"IGD yang dulu rebutan sekarang tinggal 11,35 persen, tidak ada lagi antrean. Kapasitasnya dari 79 terisi 9," terangnya.

Sementara, untuk isolasi terpusat (isoter) saat ini juga menurun di angka 24,67 persen. Meski, dalam hal ini antisipasi ruang isoter untuk perawatan pasien Covid-19 tetap disediakan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang di beberapa lokasi.

"Isoter Safe house Kawi baru terisi 132, dari 250 tempat tidur. Ini yang isoter lain juga kita siapkan, kalau total semua dengan kapasitas isoter lainnya ada 535, terisi 132, jadi hanya 24,67 persen," tandasnya.

Sebagai informasi, Pemkot Malang menyiapkan setidaknya lebih dari 535 bed isoter yang terbagi di beberapa tempat. Di antaranya di safe house Jl Kawi sebanyak 250 bed, SKB (Sanggar Kegiatan Bersama) Blimbing ada 50 bed, Rusunawa di Kedungkandang yang memiliki 60 bed, dan VEDC dengan 56 bed, Rumah Teduh 50 bed, hingga perhotelan sebanyak 185 bed.

Topik
tomy soehartokhitan massal pemkot madiunPasien Covid 19Kota Malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru