Awal Mula Partai Berkarya Pecah Kubu hingga Tommy Soeharto Kembali Menang Gugatan di PTTUN

Sep 07, 2021 09:03
Tommy Soeharto (Foto: CNBC Indonesia)
Tommy Soeharto (Foto: CNBC Indonesia)

JATIMTIMES - Partai Beringin Karya (Berkarya) pimpinan Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto kembali berjaya di pengadilan. Partai besutan anak Presiden RI ke-2 Soeharto itu, menang banding atas Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna Hamonangan Laoly.

Dalam sidang putusan banding Rabu (1/9/2021) lalu, Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) menguatkan putusan PTUN Jakarta yang memenangkan kubu Tommy Soeharto.

"Menguatkan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta," demikian dikutip dari laman resmi PTUN Jakarta, Selasa (7/9/2021).

Diketahui, pada 11 Juli 2020 lalu, Partai Berkarya terpecah menjadi 2 kubu, yakni kubu Tommy Soeharto dan Muchdi Pr. Pecahnya Partai Berkarya ini, diawali oleh sejumlah kader yang menilai kepemimpinan Tommy Soeharto saat itu tidak berjalan baik.

Mereka menilai Tommy tidak mampu membawa Partai Berkarya mencapai ambang batas parlemen pada Pemilu 2019. Selain itu, Tommy juga tidak pernah melakukan evaluasi terkait Pemilu 2019.

Disisi lain, dualisme dalam Partai Berkarya juga terlihat saat memberikan dukungan terhadap calon presiden dalam Pemilu 2019 lalu. Saat itu, Tommy menyatakan Partai Berkarya mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Sedangkan, Muchdi Pr justru mendukung Jokowi-Maruf Amin. Kemudian, di tengah-tengah dualisme itu, sejumlah kader Partai Berkarya membentuk Presidium Penyelamat Partai pada Maret 2020 untuk meminta Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) dipercepat.

Hasil Munaslub yang digelar pada 11 Juli 2020 itu lantas melahirkan Muchdi Pr sebagai ketua umum Partai Berkarya. Sementara Badaruddin Andi Picunang menjadi sekretaris jenderal.

Selanjutnya, pada 6 Agustus 2020, Partai Berkarya pimpinan Muchdi Pr mengumumkan pihaknya telah menerima SK tentang Pengesahan Perubahan Susunan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Partai Berkarya periode 2020-2025 dari Kementerian Hukum dan HAM. SK tersebut diterbitkan oleh Kemenkumham pada 30 Juli 2020 dengan Nomor M.HH-17.AH.11.02 TAHUN 2002.

Sesuai dengan SK tersebut, posisi ketua umum Partai Berkarya yang sebelumnya diisi Tommy Soeharto, resmi dijabat oleh Muchdi Pr. Kemudian Badaruddin Andi Picunang menggantikan Priyo Budi Santoso sebagai sekretaris jenderal.

Tak cuma SK kepengurusan, partai di bawah pimpinan Muchdi juga menerima SK tentang Pengesahan Perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Berkarya.

Hingga akhirnya pihak Tommy pun melayangkan gugatan kepengurusan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta. Dalam gugatan tersebut, Tommy pun berhasil memenangkannya.

Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta mengabulkan gugatan Tommy Soeharto dan menyatakan Surat Keputusan (SK) Menteri Hukum dan HAM yang menetapkan kepengurusan Partai Berkarya periode 2020-2025 dibawah kepemimpinan Mayjen TNI (Purn) Muchdi Purwoprandjono atau Muchdi Pr, batal dan wajib dicabut.

Putusan Nomor 182/G/2020/PTUN.Jkt itu diputus pada 16 Februari 2021 lalu oleh Hakim Ketua Umar Dani serta hakim anggota masing-masing Muhamad Ilham dan Akhdiat Sastrodinata.

Resmi memenangkan gugatan atas kepengurusan Partai Berkarya, kubu Tommy Soeharto mempersilakan jika Muchdi Pr akan mengajukan banding. 

"Monggo, silakan saja kalau Pak Muchdi banding," kata Sekjen Partai Berkarya kubu Tommy, Priyo Budi Santoso, Selasa (23/2/2021) lalu. 

Priyo mengaku bersyukur karena putusan PTUN Jakarta dinilai telah mengembalikan Partai Berkarya pada yang berhak. Ia pun berharap Menkumham, Yasonna H Laoly, akan membatalkan SK kepengurusan Muchdi Pr.

Pihak Muchdi Pr pun mengajukan banding yang sempat disampaikannya pada (16/2/2021).

"Dengan dikabulkannya gugatan penggugat atas dua SK Kemenkumham RI tersebut maka kami akan tetap menempuh jalur hukum dengan mengajukan upaya banding atas putusan PTUN tersebut," kata Muchdi Pr. 

Hingga akhirnya pihak Tommy kembali memenangkan gugatan di tingkat banding Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Jakarta pada Rabu (1/9/2021). 

Topik
tommy soehartoPartai Berkaryapernikahan saat pandemipartai tomy soehartoanak presiden soehartoPresiden Soehartoanak presiden soeharto
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru