PTM Hari Pertama, SMPN 20 Malang Gunakan Gazebo Sekolah untuk Tempat Pembelajaran

Sep 06, 2021 13:21
Salah satu guru IPA yakni Siti Maryana, SPd saat memberikan pembelajaran terhadap para murid di PTM hati pertama yang bertempat di Gazebo SMP Negeri 20 Malang, Senin (6/9/2021). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)
Salah satu guru IPA yakni Siti Maryana, SPd saat memberikan pembelajaran terhadap para murid di PTM hati pertama yang bertempat di Gazebo SMP Negeri 20 Malang, Senin (6/9/2021). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Pada momentum Pembelajaran Tatap Muka (PTM) hari pertama, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 20 Malang menggunakan kelas dan gazebo sekolah untuk pembelajaran dengan kuota maksimal siswa 50 persen dalam satu ruangan. 

Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMPN 20 Malang Liesdyah Iramita, SPd mengatakan, untuk penerapan protokol kesehatan di PTM hari pertama sudah dilakukan secara ketat. 

Mulai dari pengecekan suhu hingga pengaturan siswa di setiap ruangan yang ada. Untuk kedatangan siswa di depan sekolah, pihaknya telah menyiapkan tiga petugas untuk memantau pengecekan suhu. 

Jika terdapat siswa yang memiliki suhu di atas 37 derajat maka diarahkan untuk kembali dibawa pulang. "Terus bila suhunya sesuai langsung masuk, ke wastafel untuk mencuci tangan," ungkapnya kepada JatimTIMES.com, Senin (6/9/2021).

Lebih lanjut, Liesdyah mengaku, untuk mencegah terjadinya kerumunan, pihak sekolah juga menggunakan fasilitas lain di luar kelas, seperti Gazebo dan Laboratorium Komputer. 

Selain itu, untuk total siswa sejumlah 875 orang yang masuk dibagi secara bertahap dengan menerapkan 50 persen. Jadi, satu kelas yang biasanya diisi oleh 36 siswa, dalam PTM hari pertama ini hanya diisi 15 siswa. 

"Jadi yang sekarang masuk itu kelas 9 semua, separuh kelas 8. Kelas 8a sampai 8e, besok kelas 8f sampai 8i sama kelas 7 semua," ujarnya.

Pembagian kelas tersebut dikarenakan jumlah ruangan kelas yang berada di SMPN 20 Malang terbatas, hanya 27 ruangan kelas. "Kalau kita masukkan semua, kita butuhkan kali dua yakni 54 ruang dan yang memungkinkan dari pemerintah kan hanya 50 persen," terangnya.

Untuk penentuan kelas berapa dahulu yang dapat mengikuti PTM di hari pertama kata Liesdyah sebetulnya tidak terdapat ketentuan khusus mengenai hal tersebut. Namun, jika kelas 9 yang menjalani PTM lebih dulu akan ada beberapa penilaian untuk bahan evaluasi.

"Kalau kelas 7 dulu kan belum pernah sama sekali masuk sekolah. Takutnya kita kendala lebih besar kalau kita masukkan kelas 7 duluan," ujarnya. 

Terkait Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berlangsung empat jam yang dimulai sekitar pukul 07.30 WIB dan diakhiri pada pukul 11.30 WIB. Dalam satu hari kata Liesdyah terdapat delapan jam pelajaran yang setiap jam pelajarannya berlangsung sekitar 40 menit.

Dalam setiap pergantian mata pelajaran juga terdapat jeda istirahat yang berdurasi 5 menit. Hal itu digunakan untuk relaksasi para siswa saat pergantian jam. "Kemarin kita sudah info ke orang tua bahwa kantin tidak buka, jadi mohon untuk bekal silahkan membawa sendiri dari rumah," tuturnya. 

Sementara itu, untuk menghindari kerumunan saat pulang sekolah, pihaknya menggunakan audio telling untuk menginformasikan kepada para siswa agar keluar dari ruangan secara bergiliran. 

"Dari audio telling kita umumkan kelas ini duluan, misalnya ruang satu, ruang dua silahkan, menunggu beberapa menit lagi baru ruang lain. Jadi supaya tidak berkerumun," pungkasnya.

Topik
pembelajaran tatap mukaKota Malangptm kota malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru