Kasus Lebih Bayar Bansos Rp 862 Juta, Warga: Seingat Saya Ada 2 Kali Salur Bansos Tahun 2020

Sep 05, 2021 20:40
Ilustrasi bansos.(istimewa)
Ilustrasi bansos.(istimewa)

JATIMTIMES - Meskipun Aparat Penegak Hukum (APH) sudah bertindak, nyatanya kasus pengadaan packaging dan distribusi program JPS Provinsi Jatim melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Malang masih menjadi sorotan. Dimana besar pengadaan yang sebesar Rp 862.500.000 itu menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Sebelumnya, juga dikabarkan bahwa Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang sudah memanggil sejumlah pihak untuk mencari keterangan terkait hal tersebut. Salah satu yang dipanggil juga dari pihak Dinsos Kabupaten Malang. 

Belum usai terkait packaging tersebut, penyaluran program JPS yang diberikan dalam bentuk bahan pangan itu juga mulai jadi perbincangan. Jika mengacu pada LHP BPK tahun 2021, program senilai Rp 30 miliar itu disalurkan dalam 3 tahap. Dimana dalam setiap tahap ada 50 ribu KK sebagai penerima. 

Bantuan itu sendiri diberikan ke dalam bentuk 15 kilogram beras, 1 kilogram telur dan 2 liter minyak. Belum jelas bagaimana 50.000 penerima ini mendapatkan bantuan itu. Apakah 50.000 KK yang berbeda setiap tahap. Atau 50.000 KK tersebut menerima 3 kali dalam 3 tahap. 

Sedangkan dari penelusuran yang dilakukan media ini dengan mengambil sampel di dua wilayah, diketahui ada dua bantuan yang diterima pada tahun 2020 dengan volume 15 kilogram beras, 1 kilogram telur dan 2 liter minyak. Yakni dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. 

"Seingat saya ada dua kali bantuan dengan jumlah seperti itu (15 kilogram beras, 1 kilogram telur, 2 liter minyak goreng). Satunya dari Provinsi dan satunya dari Pemkab Malang. Itu pun datangnya tidak bersamaan," ujar salah satu warga Kelurahan Dampit yang enggan disebutkan namanya. 

Hal serupa juga diketahui di Desa Sengguruh, Kecamatan Kepanjen. Dari sumber yang enggan disebutkan namanya, bantuan bahan pangan dengan volume seperti itu diketahui disalurkan pada sekitar bulan Mei 2020. Di mana, ada dua daftar penerima bantuan. Yang dibedakan berdasarkan asal penyalur bantuan. Totalnya ada 322 penerima. Rinciannya, 241 penerima dari Pemkab Malang dan sebanyak 81 penerima bantuan dari Pemprov Jawa Timur. 

Sementara itu, menurut Inspektorat Daerah Kabupaten Malang, perkara tersebut sudah diselesaikan dengan adanya pengembalian anggaran sebesar Rp 862.500.000 dari Dinsos Kabupaten Malang ke Kas Daerah (Kasda). 

Inspektur Kabupaten Malang, Tridiyah Maestuti berpendapat bahwa seharusnya, hal itu tidak membuat Dinsos Kabupaten Malang takut untuk tetap menjadikan bansos sebagai salah satu instrument dalam penanganan Covid-19 di Kabupaten Malang. 

Topik
tempat vaksin kedua kota malangtemuan BPKDinsos Kabupaten Malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru