Skateboarder Lintas Usia Ramaikan Soft Opening Apocalypse Park

Sep 04, 2021 21:02
Dua skateboarder cilik nasional yakni Zaidhar (kanan) asal Kota Bandung dan Hafiz (kiri) asal Yogyakarta bersama skateboarder Kota Malang Izzat usai menjajal skatepark di Apocalypse Park, Sabtu (4/9/2021). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)
Dua skateboarder cilik nasional yakni Zaidhar (kanan) asal Kota Bandung dan Hafiz (kiri) asal Yogyakarta bersama skateboarder Kota Malang Izzat usai menjajal skatepark di Apocalypse Park, Sabtu (4/9/2021). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Para skateboarder lintas usia dan lintas kota ramai-ramai menjajal arena skatepark indoor terbesar di Indonesia dan berkelas internasional di acara soft opening Apocalypse Park Malang yang berjalan selama tujuh hari. 

Pemilik Apocalypse Park Heru Tri Cahyono mengatakan, sejak soft opening yang berlangsung mulai hari Jumat (3/9/2021) kemarin, banyak skateboarder lokal maupun nasional dari lintas usia yang sengaja ke Malang hanya untuk menjajal arena skatepark indoor di Apocalypse Park. 

"Banyak skateboarder cilik maupun dewasa nasional maupun lokal yang datang ke sini, mulai dari Bandung, Yogyakarta, Jakarta, Bali, Surabaya, Kalimantan dan daerah-daerah lain," ungkapnya kepada JatimTIMES.com, Sabtu (4/9/2021). 

Setidaknya ada dua nama skateboarder cilik nasional yang menarik perhatian, yakni Zaidhar Maulana Ibrahim asal Kota Bandung yang masih berusia 11 tahun dan Hafiz Wahyu Kurniawan asal Kota Yogyakarta yang masih berusia 13 tahun. 

Untuk Zaidhar yang jauh-jauh dari Kota Bandung, merupakan skateboarder cilik tingkat nasional yang sejak umur 9 tahun berlatih bermain skateboard. Terlebih lagi, hobi dari Zaidhar juga mendapat dukungan dari orang tua dan keluarganya. 

Zaidhar65845111bc93fe0c.jpg

"Awal-awal dulu aku diajak ayah ke Pasopati Skatepark di Bandung, terus aku pinjem papan orang terus aku jadi pengen main dan akhirnya dibeliin," ujarnya. 

Zaidhar yang sudah beberapa kali menjuarai kejuaraan skateboard di tingkat nasional ini sangat rajin dalam mengasah kemampuannya dalam berselancar di atas papan skate. "Pagi ngerjain PR, siangnya main, sore main skateboard, itu sudah jadi rutinitas," katanya. 

Setidaknya sudah ada lima brand skate yang menjadi sponsor utama Zaidhar dalam memanjakan hobinya dalam berselancar di atas papan skate. Kemudian, Zaidhar yang juga telah merasakan beberapa arena skatepark di Indonesia menyebutkan bahwa skatepark di Apocalypse Park paling lengkap. 

"Skatepark di sini paling bagus, lengkap, the best lah, pingin nyoba terus," ujarnya dengan wajah girang. 

Kemudian untuk skateboarder cilik asal Kota Yogyakarta yang masih berusia 13 tahun yakni Hafiz Wahyu Kurniawan mengatakan, dirinya mengetahui informasi arena skatepark Apocalypse Park melalui media sosial instagram.

Hafiz55f06de4f5e108f5.jpg

"Ya tahunya dari instagram sih. Saya lihat foto-fotonya kok keren, akhirnya saya sama keluarga datang kesini untuk mencoba skatepark di sini," ungkapnya. 

Skateboarder cilik yang memiliki dua brand untuk menjadi sponsor dalam setiap aksinya ini menuturkan, sudah menjajal berselancar di atas papan skate sejak berusia 9 tahun atau kurang lebih 4 tahun sudah berkecimlung di dunia skate. 

Dengan beberapa prestasi di tingkat nasionalnya Hafiz juga terus memberikan semangat kepada skateboarder lainnya agar tidak mudah putus asa dalam berlatih skate. Dirinya pun berharap agar fasilitas skatepark indoor seperti di Apocalypse Park ini dapat ditiru di daerah-daerah lain. 

"Ya harapanku semoga nggak cuma ada di Malang saja, tapi ke depan di daerah-daerah lain juga bisa meng-copy dan lebih bagus," tuturnya. 

Sementara itu, perwakilan skateboarder lokal Malang yakni Izzat (34) mengatakan, dengan adanya Apocalypse Park inu para skateboarder mulai dari anak-anak hingga dewasa merasa terfasilitasi dengan baik. 

"Sebelum ada ini skatepark di Malang ada 3 outdoor semua yaitu di Mojolangu, Merjosari dan Alun-alun Kota Malang yang propernya jauh dari ini (Apocalypse Park, red)," ujarnya. 

Dirinya pun berharap dengan adanya skatepark indoor terbesar di Indonesia dan berkelas Internasional pertama di Malang ini dapat menghasilkan bibit-bibit skateboarder handal.

"Harapannya pasti ada baru lagi ya bibit-bibitnya untuk lebih bagus lagi mainnya dengan adanya skatepark seperti ini," katanya. 

Terakhir, pihaknya juga berharap agar pemerintah lebih memerhatikan para skateboarder yang selama ini masih belum memiliki cabang olah raga (cabor) tersendiri dengan membuat cabor tersendiri dengan pemenuhan fasilitas yang jauh lebih mumpuni.

Topik
skateboardAreal skateparkalpukat kabupaten malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru