Selama Pandemi Harga Bahan Pokok di Kabupaten Malang Cenderung Stabil

Sep 04, 2021 19:11
Kepala Disperindag Kabupaten Malang, Agung Purwanto.(foto: Riski Wijaya/ MalangTIMES).
Kepala Disperindag Kabupaten Malang, Agung Purwanto.(foto: Riski Wijaya/ MalangTIMES).

JATIMTIMES- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang menegaskan bahwa pergerakan harga bahan pokok yang beredar di wilayah Kabupaten Malang cenderung stabil. Berdasarkan pantauan Kepala Disperindag Kabupaten Malang, Agung Purwanto, kestabilan harga bahan pokok tersebut disebabkan oleh beberapa hal. 

Salah satunya, ia meyakini bahwa meskipun aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat dibatasi karena terdapat kebijakan PPKM, namun pemerintah tidak membatasi pendistribusian bahan pokok. Sebab hal itu yang sedang dibutuhkan masyarakat. 

Selain itu, hal lain yang membuat harga bahan pokok di Kabupaten Malang cenderung stabil yaitu dikarenakan beberapa bahan pokok tersebut dihasilkan oleh masyarakat atau petani asal Kabupaten Malang sendiri. Sehingga, perbandingan antara ketersediaan dan besar kebutuhan nyaris seimbang. 

"Sebagian besar bahan pangan memang dihasilkan di sini (Kabupaten Malang), utamanya beras, malah kita kirim ke luar daerah Kabupaten Malang, sebab kualitasnya yang premium," ujar Agung melalui sambungan telepon, Sabtu (4/9/2021) petang. 

Agung menjelaskan, adanya stabilitas tersebut dinilai memang penting, namun juga tergantung dengan jumlah ketersediaan komoditasnya. Menurutnya, salah satu yang berpengaruh pada stabilitas harga bahan pokok ini, juga dikarenakan ada beberapa hasil produksi bahan pangan Kabupaten Malang yang secara stabil menyuplai beberapa daerah lain, seperti beras. 

"Beras kita kirim ke luar daerah, akan tetapi ada yang masuk ke wilayah kita juga, seperti telur dari Blitar dan bawang dari Pasuruan, sedangkan kacang kedelai lebih dominan punya impor," imbuh Agung.

Sedangkan dari pantauannya, stabilitas harga bahan pokok di Kabupaten Malang ini tetap terjaga selama pandemi Covid-19. Meskipun memang terpantau ada beberapa bahan pokok yang sempat mengalami kenaikan. Seperti yang termasuk di dalam empon-empon.

"Antara tahun 2020 dan 2021 ini tidak ada perbedaan dan permasalahan terhadap distribusi semua bahan pangan ya, karena itu kan vital, apalagi beras, pemerintah memberikan privasi khusus, sebab ini urusan perut, menyangkut hidup orang banyak, contohnya saja kalau terjadi penyekatan, maka akan terjadi gejolak di masyarakat, kecuali empon empon atau bahan baku jamu jamuan yang mengalami peningkatan permintaan dan harga," pungkasnya.

Topik
Harga komoditastabrakan JLSppkm kabupaten malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru