Banyak Skate Park Tutup, Pengusaha di Malang Bangun Sendiri Kelas Internasional

Sep 04, 2021 14:41
Para skateboarder yang menjajal arena skatepark Apocalypse Park yang berada di Jalan Kapiworo, Kabupaten Malang, Sabtu (4/9/2021). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)
Para skateboarder yang menjajal arena skatepark Apocalypse Park yang berada di Jalan Kapiworo, Kabupaten Malang, Sabtu (4/9/2021). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Berawal dari kegelisahan sang anak karena banyak tempat Skate Park atau taman papan luncur di Kota Malang tutup selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Heru Tri Cahyono membangun tempat sendiri.  

Bertempat di Jalan Kapiworo, Kelurahan Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Heru membangun arena Skate Park berkelas internasional bernama Apocalypse Park.

"Awalnya anak saya gelisah karena banyak Skate Park di Malang ditutup karena PPKM, akhirnya saya buatkan Skate Park di Apocalypse ini dengan rencana awal dibangun di atas lahan 500 meter persegi," ungkap Heru kepada JatimTIMES.com, Minggu (5/9/2021). 

Ternyata tidak berhenti di situ, kata Heruvyang berlatar belakang kontraktor ini. Dari diskusi dia 

 anaknya dan skateboarder di Malang Raya, akhirnya pembangunan arena skatepark di Apocalypse meluas hingga 1.000 meter persegi. Kemudian ditambah denhan bangunan Guest House dengan total luas bangunan secara keseluruhan sekitar 1.600 meter persegi. 

"Biaya yang saya keluarkan untuk pembangunan arena Skate Park dengan fasilitas yang termasuk lengkap ini di Apocalypse sekitar Rp 1,2 miliar," ujarnya. 

Untuk pengerjaan pembangunan arena Skate Parknya sendiri, pihak Apocalypse bekerja sama dengan Motion Skate dengan perjanjian pengerjaan 2 bulan 15 hari. "Dan sesuai kesepakatan awal, lapangan skate selesai dikerjakan selama 2 bulan 15 hari," tuturnya. 

Meskipun dengan waktu yang cukup singkat, arena skatepark di Apocalypse park ini termasuk memiliki fasilitas yang cukup lengkap. Selain lengkap, arena yang luas menjadikan skatepark indoor Apocalypse Park menjadi yang terbesar di Indonesia dan berkelas internasional. 

"Kalau menurut dari motion Apocalypse ini (skatepark, red) indoor terluas dan terlengkap, di desain untuk tiga tahapan kemampuan, mulai dari pro, middle dan beginner. Jadi semua detail ada fungsinya masing-masing untuk seluruh kalangan," terangnya. 

Kelengkapan alat-alat skatepark di Apocalypse park juga beberapa masih baru pertama kali ada di Indonesia. Di antaranya Track Jumping tinggi yang diberi busa untuk menopang ketika skater terjatuh, yakni biasa disebut Foam Pit Ramp. Kemudian dari pihak Motion Skate juga membuat alat-alat yang dimodifikasi sendiri.

"Banyak fungsinya untuk trick dan itu baru pertama mereka buat di sini," katanya. 

Sementara itu, dengan persiapan yang sudah matang ini, pihaknya telah melakukan soft opening Apocalypse Park selama satu minggu, terhitung mulai tanggal 3 September hingga 10 September 2021. 

"Selama satu minggu ini kita Soft Opening dan kita gratiskan untuk para skateboarder, BMX atau sepatu roda boleh ke sini. Skateboarder yang ke sini pun dibatasi 25 orang dengan pendaftaran online," tuturnya. 

Lebih lanjut, terdapat satu aturan yang memberikan pembelajaran kedisiplinan bagi para skateboarder cilik hingga dewasa. "Yakni saat azan dan waktu salat, semua skateboarder kita suruh berhenti bermain, keluar dari arena skatepark untuk istirahat dan salat," imbuhnya. 

Dengan adanya Apocalypse Park yang memiliki arena skatepark terluas dan terbesar ini, Heru berharap banyak bermunculan skateboarder untuk terus beregenerasi. Untuk mewujudkan hal itu ke depan juga akan diadakan program skateschool untuk menghasilkan skateboarder muda berbakat. 

"Kalau harapan saya pribadi yang penting anak saya bisa melatih hobinya dengan baik dan para komunitas skateboarder dan olahraga lainnya yang bisa memanfaatkan tempat ini bisa have fun dan keinginan mereka terpenuhi. Itu saja," tutupnya.

Topik
skateboardskate parkskate park
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru