Ular Piton Sepanjang 3 Meter Hebohkan Warga di Belakang Balai Kota Malang

Sep 03, 2021 16:41
Tim penyelematan dari UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang usai mengevakuasi ular piton sepanjang tiga meter di belakang Balai Kota Malang, Jumat (3/9/2021). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)
Tim penyelematan dari UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang usai mengevakuasi ular piton sepanjang tiga meter di belakang Balai Kota Malang, Jumat (3/9/2021). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Peristiwa penemuan ular piton dengan jenis sanca kembang sepanjang tiga meter hebohkan warga di belakang Balai Kota Malang atau lebih tepatnya di Jalan Gajah Mada, Kecamatan Klojen, Kota Malang. 

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran Kota Malang Muhammad Teguh Budi Wibowo melalui Komandan Regu 3 Bambang Edi mengatakan, ular piton sepanjang tiga meter tersebut ditemukan di lubang pembuangan tempat cuci piring.

"Dievakuasi di dapur (warung belakang gedung DPRD Kota Malang, red). Keluarnya dari lubang selokan, mungkin ini jenis liar," ungkapnya kepada JatimTIMES.com, Jumat (3/9/2021). 

Pihaknya melakukan evakuasi ular piton tersebut bermula dari laporan warga yang sedang berada di warung belakang Balai Kota Malang sekitar pukul 14.15 WIB. Kemudian salah satu warga bernama Iyan (26) melaporkan penemuan ular piton tersebut ke UPT Pemadam Kebakaran. 

Kemudian tak menunggu lama, tim penyelamat UPT Pemadam Kebakaran datang ke lokasi penemuan ular sekitar pukul 14.20 WIB dan langsung melakukan evakuasi terhadap ular tersebut. Sekitar dua menit, tim penyelamat dari UPT Pemadam Kebakaran berhasil mengevakuasi ular piton. 

Bambang menuturkan, kemungkinan ular piton sepanjang tiga meter tersebut berasal dari sungai atau sumber air yang tidak jauh dari titik penemuan awal. 

"Diperkirakan dari sungai-sungai terdekat atau sumber-sumber air. Sedang mengejar mangsa mungkin, akhirnya ketahuan dan kita tangkap," tuturnya. 

Pasalnya di sekitar lokasi penemuan ular piton sepanjang tiga meter tersebut juga tidak jauh dari sungai yang berada di belakang Balai Kota Malang. Sedangkan untuk mangsanya sendiri, kata Bambang, ular piton jenis sanca kembang biasanya memangsa hewan tikus atau ayam. 

"Biasanya mangsanya tikus, ayam ya macam-macam. Pokoknya yang ada nyawanya," katanya. 

Selanjutnya, untuk sementara waktu ular piton sepanjang tiga meter tersebut dievakuasi dan dibawa menuju penangkaran milik UPT Pemadam Kebakaran yang terletak di sebelah kantornya. 

"Setelah dievakuasi nanti kita rilis kembali di sebuah tempat yang jauh dari pemukiman warga, tapi kalau ada yang mengadopsi juga bisa," ujarnya. 

Ternyata sebelumnya juga telah ditemukan ular piton dengan jenis yang sama dan memiliki panjang sekitar 5 meter. Namun saat ini ular piton dengan panjang lima meter tersebut sudah diadopsi oleh warga Kota Surabaya. 

"Selama tiga hari di Bulan September 2021 ini, sudah ada empat ular yang kita evakuasi. Di antaranya ular coros, ular kopi dan dua ular piton," terangnya. 

Selain mencari mangsa, kemungkinan dari perubahan cuaca dari musim kemarau dan akan memasuki musim penghujan, kata Bambang, yang juga menyebabkan ular-ular tersebut keluar dari sarangnya. 

Terakhir pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar selalu menjaga kebersihan lingkungannya. Dengan lingkungan yang bersih, hewan-hewan yang kerap kali menjadi santapan ular seperti tikus akan jarang muncul. 

"Terus untuk di ruangan tertutup, efektifnya dikasih wangi-wangian atau bau yang menyengat, seperti karbol, kamper, kapur barus, BBM juga bisa. Untuk garam sepertinya tidak efektif. Jadi dengan lingkungan yang bersih, InsyaAllah ular nggak masuk," pungkasnya.

Topik
Ular Pitonupt pemadam kebakaran kota malangPenemuan Ular Piton
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru