Pil Covid-19 Buatan Pfizer Masuk Uji Klinis Manusia, seperti Apa Hasilnya?

Sep 03, 2021 09:37
Ilustrasi (Foto: PTAheute)
Ilustrasi (Foto: PTAheute)

JATIMTIMES - Pfizer dan Merck akhirnya mengumumkan uji coba terbarunya pada obat antivirus oral yang mereka kembangkan untuk pengobatan covid-19. Hasil uji obat ini tentunya sangat dinantikan untuk mengobati penyakit yang berpotensi fatal itu. 

Dilansir melalui Reuters, Pfizer mengatakan, uji coba obat  berbentuk pil ini akan melibatkan 1.140 orang dewasa yang tidak dirawat di rumah sakit tapi didiagnosis dengan infeksi virus covid-19 yang tidak berisiko sakit parah.

Pasien dalam uji coba akan diberikan pil Pfizer, yang dikenal dengan PF-07321332, dan ritonavir dosis rendah, obat lama yang banyak digunakan dalam pengobatan kombinasi untuk infeksi HIV. Obat Pfizer ini dirancang untuk memblokir aktivitas enzim kunci yang memicu virus covid-19 berkembang biak.

Sementara, Merck mengatakan uji coba terbarunya akan mempelajari obat eksperimental molnupiravir untuk pencegahan virus covid-19. Di antara orang dewasa yang dirawat di rumah, yang sama dengan seseorang yang didiagnosis dengan infeksi virus covid-19 bergejala.

Merck bersama mitranya, Ridgeback Biotherapeutics, sudah melakukan uji coba tahap akhir pengobatan pada pasien yang tidak dirawat di rumah sakit untuk melihat apakah hal tersebut dapat mengurangi risiko rawat inap atau kematian. Molnupiravir sendiri merupakan jenis antivirus yang dirancang untuk mengintervensi kesalahan ke dalam RNA virus yang pada akhirnya mencegah virus bereplikasi.

Pfizer memulai uji coba berbeda dari PF-07321332 bulan Juli pada orang dewasa dengan infeksi covid-19 yang berisiko tinggi menjadi sakit parah karena kondisi kesehatan yang mendasarinya seperti diabetes. Mereka berharap hasil awal dari studi tersebut keluar pada musim gugur ini.

Pesaing Pfizer dan Merck, perusahaan farmasi Swiss, yakni Roche Holding AG (ROG.S), juga diketahui membuat kemajuan paling besar dalam mengembangkan obat yang akan menjadi pil antivirus pertama untuk mengobati atau mungkin mencegah covid-19.

Hingga kini, obat intravena Gilead Sciences Inc (GILD.O) Veklury, yang secara umum dikenal sebagai remdesivir, merupakan satu-satunya pengobatan antivirus yang disetujui untuk covid-19 di beberapa negara.

Topik
PfizerMerckPelajaran Islam
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru