Pelaku Vandalisme Baliho Puan Maharani di Kota Batu Mengaku Tergiur Hadiah Rp 5 Juta

Sep 02, 2021 18:59
Dua remaja pelaku vandalisme bersama orangtua saat meminta maaf di kantor DPC PDI Perjuangan Kota Batu, Kamis (2/9/2021). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Dua remaja pelaku vandalisme bersama orangtua saat meminta maaf di kantor DPC PDI Perjuangan Kota Batu, Kamis (2/9/2021). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

JATIMTIMES - Pengakuan dua remaja pelaku vandalisme di baliho Ketua DPR RI Puan Maharani cukup mengejutkan. Rupanya, aksi dua remaja ST dan SF berusia 18 tahun, warga Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu, Kota Batu bagian dari perlombaan yang dia ikuti. 

Mereka mengaku sedang mengikuti lomba yang digelar oleh komunitas di Malang. Hadiahnya cukup menarik, memperebutkan uang sebesar Rp 5 juta.

Karena itu, keduanya melakukan aksi vandalisme saat malam hari di empat titik di Kota Batu. Yakni di Balai Kota Among Tani, Simpang tiga Selecta, Jalan Sultan Hasanudin dan yang terakhir pada baliho Puan Maharani di Jalan Sultan Agung.

Aksi tersebut dilakukan bukan hanya baliho bergambarkan Puan Maharani, tetapi beragam. Dalam aksi itu keduanya memberi tanda nama mereka sebagai tanda jika itu coretannya, yakni tanda S dan Cox.

Akibat aksinya itu mereka pun menyesal, sebab tidak disangkanya bisa menjeratnya masuk pada masalah hukum. Bahkan mereka kapok melakukan aksi tersebut.

“Saya kapok dan sangat menyesal apa yang telah saya lakukan ini bisa menjadi masalah hukum. Semoga ke depan bisa menjadi pembelajaran,” ucap SF saat penandatanganan damai dengan DPC PDI Perjuangan di kantor PDI Perjuangan Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu, Kamis (2/9/2021). .

Padahal SF jago dalam melukis mural. Karena itu ke depan ia berjanji memanfaatkan keahliannya dengan hal yang positif. “Semoga dengan kejadian nantinya saya bisa ikut berkontribusi membangun bangsa,” harapnya.

Untuk diketahui, DPC PDI Perjuangan Kota Batu melaporkan pelaku vandalisme pada baliho Ketua DPR RI Puan Maharani ke polisi. Hasilnya dua remaja berhasil diamankan Polres Batu. Namun PDIP memaafkan kesalahan yang dilakukan oleh kedua remaja tersebut. Setelah itu, PDIP Kota Batu pun mencabut laporan di polisi. Alasannya karena ke dua remaja yang baru lulus dari sekolah menengah kejuruan di Kota Batu ini adalah aset generasi bangsa.

Topik
Puan Maharanipakar biologi molekulersoetopo dewanggo
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru