Masuk Mal di Kota Malang Pakai Aplikasi PeduliLindungi, Begini Pengalaman Pengunjung

Sep 01, 2021 18:02
Salah satu pengunjung Mal di Kota Malang saat akan masuk untuk melakukan scan barcode PeduliLindungi. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Salah satu pengunjung Mal di Kota Malang saat akan masuk untuk melakukan scan barcode PeduliLindungi. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

JATIMTIMES- Pusat perbelanjaan atau mal di Kota Malang sudah mulai dibuka kembali bagi masyarakat umum sejak kemarin (Selasa, 31/8/2021). Nah, bagi masyarakat yang ingin memasuki Mal di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 ini, salah satu peryaratan wajib yang harus dipenuhi. Pengunjunh harus sudah vaksin yang ditunjukkan dengan melakukan scan barcode melalui aplikasi PeduliLindungi.

Di salah satu Mal di Kota Malang, yakni Malang Town Square (Matos) kalian akan menjumpai di setiap pintu masuk papan scan barcode. Sebelumnya, masyarakat wajib mendownload aplikasi melalui AppStore atau PlayStrore, kemudian melakukan pendaftaran baru setelahnya bisa mengikuti langkah lanjutan.

Salah satu pengunjung Alfi Syahri mengungkapkan,  bagaimana proses dirinya bisa masuk ke mal dengan penggunaan aplikasi tersebut. Dirinya juga tak keberatan jika memang hal itu menjadi syarat utama untuk bisa masuk ke area mal yang sudah dinantikan sejak tutup selama kurang lebih satu bulan ini. Bahkan masuk mal saat ini sangat menggembirakan.

Meski saat datang di hari pertama, menurutnya kondisi Mal tidak terlalu ramai. Setelah melakukan scan barcode nanti akan muncul pemberitahuan di aplikasi tersebut, sudah divaksin atau belum. Hasil ini ditunjukkan kepada petugas Mal untuk bisa dipersilakan masuk ke Mal atau tidak.

"Sangat menggembirakan masuk mal lagi, meski pakai aplikasi PeduliLindungi sekarang menjadi syarat masuk. Kemarin saya masuk ke Matos. Sebelum masuk saya harus scan barcode yang tersedia di depan pintu masuk, lalu muncul pemberitahuan bahwa saya sudah vaksin dan bisa masuk ke mal," ungkapnya.

Sebagai informasi, dari scan barcode ini nantinya akan diketahui berapa jumlah pengunjung yang sudah masuk dari total kapasitas Mal. Bagi yang melakukan scan barcode akan terdeteksi berdasarkan warna seperti sudah vaksin dua kali tertanda warna hijau, vaksin satu kali tertanda warna kuning dan belum divaksin tertanda warna merah.

Dijelaskan Alfi, dalam proses ini dirinya tak mengalami kendala. Sebab, telah ada petugas di mal yang membantunya mengarahkan harus seperti apa. "Nggak ada kendala, soalnya kalau misal masih bingung, ada petugas yang membantu mengarahkan di setiap pintu masuk," jelasnya.

Menurut Alfi, sebelum itu dirinya pun juga tetap harus mematuhi protokol kesehatan (Prokes) Pencegahan Covid-19. Seperti, mencuci tangan, hingga cek suhu. "Baru setelah itu bisa masuk mal dengan aman," terangnya.

Cerita lainnya dialami oleh Epariyani Setia, dirinya sempat kesulitan untuk melakukan login ke aplikasi PeduliLindungi. Namun, agar bisa tetap masuk ke Mal ia pun rela membawa kertas bukti dirinya sudah divaksin untuk ditunjukkan.

"Aplikasi di HP ku terhenti, Error terus. Akhirnya pakai bukti vaksin print-print-an itu. Pakai bukti vaksin itu alhamdulillah bisa masuk. Meski agak ribet karena bawa kertas, tapi seneng banget akhirnya bisa ngemal lagi, bisa beli apa aja yang di mau," katanya.

Epa sapaan akrabnya ini menambahkan, jika dirinya akhirnya bisa menikmati duduk bersantai sambil menikmati makanan di Food Court meski harus berjarak cukup panjang. Setidaknya, dirinya tetap bisa menikmati suasana Mal yang sudah tutup cukup lama.

"Kemarin hari pertama ke Matos udah buka semua tenant nya, kecuali Playground di lantai memang masih tutup. Senang banget sudah bisa menikmati makanan di Mal langsung. Duduknya di food court yang biasanya banyak kursi kemarin kursi berjarak cukup panjang," pungkasnya.

Topik
Mal di Kota MalangMatosPeduliLindungidaerah ppkm level 3 dan 4korban tenggelam di tulungagung
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru