Kalut tidak Punya Laptop, Mahasiswa di Malang Mau Terjun dari Jembatan

Sep 01, 2021 16:58
Sosok mahasiswa berinisial MS (22) yang melakukan percobaan bunuh diri saat dievakuasi oleh pihak kepolisian dan pengebdara yang melintas di jalur pejalan kaki Jembatan Suhat sisi barat, Rabu (1/9/2021). (Foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)
Sosok mahasiswa berinisial MS (22) yang melakukan percobaan bunuh diri saat dievakuasi oleh pihak kepolisian dan pengebdara yang melintas di jalur pejalan kaki Jembatan Suhat sisi barat, Rabu (1/9/2021). (Foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES- Seorang mahasiswa berinisial MS (22) nekat melakukan percobaan bunuh diri dengan cara menerjunkan diri dari atas Jembatan di Jalan Soekarno Hatta (Soehat), Kota Malang, Rabu (1/9/2021) sekitar pukul 09.15 WIB.

Untungnya, aksi nekat mahasiswa semester akhir salah satu kampus terkemuka di Kota Malang ini dapat digagalkan oleh petugas kepolisian. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin yang sedang kalut ini dapat ditenangkan. Sejumlah problem yang dihadapi juga sudah dapat diatasi berkat koordinasi petugas kepolisian dengan pihak kampus.

Pelaksana Harian (Plh) Kapolsek Lowokwaru AKP Sutomo menjelaskan penyelamatan percobaan bunuh diri itu bermula saat petugas kepolisian yang sedang bertugas di Traffic Light Jembatan Suhat melihat gerak-gerik pemuda yang belakangan diketahui berinisial MS. Petugas pun mendatangi pria bertubuh tambun yang sedang menenteng tas di punggung di atas jembatan. 

"Setelah didatangi, dia dalam keadaan setengah linglung dan memang ada upaya mau menceburkan diri ke sungai itu," beber Sutomo kepada JatimTIMES.com saat ditemui di Mapolsek Lowokwaru.

Setelah itu, pihaknya yang mendapatkan informasi dari jajaran anggota Satlantas Polresta Malang Kota yang sedang bertugas kemudian bersama anggota Sabhara mengevakuasi MS untuk dibawa menuju ke tempat yang lebih tenang dan nyaman. 

Setelah kondisi MS mulai agak tenang dan tidak histeris, pihaknya mulai menggali informasi mengenai penyebab MS yang nekat ingin mengakhiri hidupnya dengan melompat dari atas Jembatan Suhat.

Kepada petugas, MS membeber permasalahan yang sedang dialami oleh MS. Salah satunya berkaitan dengan persoalan ekonomi. "Dia punya pikiran begini, dia kan semester akhir, dia berpikiran harus punya laptop. Padahal tidak diharuskan oleh universitas tersebut harus punya, tapi dia berfikiran kalau nggak punya laptop nanti nggak bisa menyelesaikan," ujarnya. 

Mengenai hal tersebut kata Sutomo pihak kampus telah menyediakan fasilitas yang dapat digunakan oleh mahasiswa termasuk untuk MS. Mulai dari fasilitas komputer hingga wifi yang dapat digunakan secara gratis di dalam kampus. "Dari pihak kampus sudah berupaya kalau ada tugas dan sebagainya silakan di kampus komputer (bisa, red) dipakai. Wifinya juga nggak usah bayar," tuturnya. 

Terlebih lagi, Sutomo mengatakan, setelah dilakukan pemanggilan dari perwakilan pihak kampus, keluar kebijakan bahwa biaya kuliah MS hingga akhir kuliahnya akan digratiskan. "Karena masalah ekonomi, dari universitas memberikan kebijakan SPP dan sebagainya tidak usah membayar sampai akhir," katanya. 

Selain permasalahan perekonomian, beban batin MS juga sedang terganggu. Pasalnyabeberapa waktu lalu MS juga ditinggal pergi ibunya untuk selamanya. Hal itu juga menjadi penyebab MS semakin depresi. "Lah ini tekanan batin bagi dia," katanya. 

Lebih lanjut, selain depresi dikarenakan ibunya telah meninggal dunia, MS diduga juga mengalami depresi dalam hal hubungan antar pasangan. "Jadi begini tidak ada satu orang yang bisa diberikan curahan untuk menyampaikan sesuatu, mohon maaf katakanlah pacar. Dia merasa dia nggak mampu segalanya," ujarnya. 

Sehingga karena permasalahan-permasalahan tersebut membuat MS semakin tertekan dan nekat melakukan percobaan bunuh diri dengan cara melompat dari atas Jembatan Suhat. 

Akhirnya setelah kurang lebih dua jam mendapatkan pendampingan dari jajaran anggota Polsek Lowokwaru, MS kemudian dijemput keluarganya yang juga dibantu koordinasinya oleh jajaran anggota Polsek Dau. 

Terakhir Sutomo mengimbau kepada masyarakat luas utamanya kepada pemuda-pemudi di Kota Malang ketika mendapatkan masalah agar dapat terus berjuang untuk mencari jalan keluar terbaik yang tentunya bukan melakukan percobaan bunuh diri. "Namanya hidup ini kan memang banyak tantangan, banyak permasalahan, sehingga harus bisa menghadapi," pungkasnya.

Topik
danamon manulifemahasiswa malangpemakaman covid 19mahasiswa bunuh diri
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru