Agustus 2021, Kota Malang Inflasi Terendah di Jatim

Sep 01, 2021 16:41
Sebaran peta inflasi di Jawa Timur (Ist)
Sebaran peta inflasi di Jawa Timur (Ist)

JATIMTIMES - Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, 5 dari 8 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jawa Timur mengalami inflasi pada Agustus 2021. 5 kota tersebut yakni, Surabaya, Madiun, Probolinggo, Jember dan Kota Malang. 

Dari 5 kota tersebut, Kota Malang mengalami inflasi terendah di Jawa Timur sebesar 0,03 persen. Disusul kemudian Jember dengan inflasi sebesar 0,04 persen, Kota Probolinggo 0,06 persen, Kota Madiun 0,15 persen dan inflasi tertinggi di Surabaya dengan besaran 0,37 persen.

"Sedangkan tiga kota lainnya mengalami deflasi, Kota Sumenep dengan deflasi tertinggi, - 0,16 persen, Kota Kediri dan Banyuwangi deflasi terendah dengan - 0,08 persen," jelas Kepala BPS Kota Malang, Erny Fatma Setyoharini SE MM.

Pada inflasi Kota Malang, tomat menjadi komoditas penyumbang inflasi terbesar pada Agustus 2021. Komoditas ini mengalami kenaikan harga sebesar 45,43 persen, sehingga turut memberikan andil inflasi di Kota Malang sebesar 0,04 persen.

Komoditas penyumbang inflasi terbesar kedua, sabun detergen bubuk/cair. Komoditi ini mengalami kenaikan  sebesar 2,65 persen dengan andil penyumbang inflasi sebesar 0,02 persen. Komoditi ketiga penyumbang inflasi adalah sepatu pria. Komoditi ini mengalami kenaikan harga sebesar 5,27 persen, dimana turut menjadi penyumbang inflasi dengan andil sebesar 0,02 persen. 

Kemudian terdapat komoditi lain yang juga berpengaruh, seperti Tahu Mentah, upah asisten rumah tangga, jagung manis, daging ayam ras, pisang, semangka dan pir. 

"Terdapat 10 komoditas utama yang mempengaruhi inflasi Kota Malang," ungkapnya.

Selain itu, terdapat juga 10 komoditas utama yang menjadi penghambat inflasi Kota Malang. Komoditas itu di antaranya adalah cabai rawit. Komoditi ini mengalami penurunan harga sebesar 47,18 persen dengan andil penghambat sebesar 0,12 persen.

Komoditi kedua adalah bawang merah. Komoditi ini mengalami penurunan harga sebesar 4,76 persen dengan andil kurang dari 0,01 persen. Telur ayam ras mengalami penurunan harga sebesar 0,89 persen dengan andil kurang dari 0,01 persen. Komoditi lain adalah cabai merah. Komoditi ini mengalami penurunan harga sebesar 8,59 persen dengan andil kurang dari 0,01 persen.

Selanjutnya ada komoditi ayam hidup mengalami penurunan harga sebesar  2,34 persen dengan andil kurang dari 0,01 persen; apel mengalami penurunan harga sebesar  2,85 persen dengan andil kurang dari 0,01 persen; klengkeng mengalami penurunan harga sebesar 5,13 persen dengan andil kurang dari 0,01 persen; ikan mujair mengalami penurunan harga sebesar 1,33 persen dengan andil kurang dari 0,01 persen; angkutan udara mengalami penurunan harga sebesar 0,3 persen dengan andil kurang dari 0,01 persen.

"Terakhir ada komoditi jetimun yang mengalami penurunan harga sebesar 10,3 persen dengan andil kurang dari 0,01 persen," pungkasnya.

Topik
Inflasi Kota MalangInflasimaahasiswa malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru