Menteri Agama Harapkan Mahasiswa Baru UIN Malang Jadi Agent of Change dan Moderasi Beragama

Sep 01, 2021 14:15
Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas (Ist)
Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas (Ist)

JATIMTIMES -  Para mahasiswa baru Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang sempat mendapat wejangan dari Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan Universitas (PBAK-U) 2021.

Menteri agama menyatakan para mahasiswa baru, khususnya di lingkungan PTKIN, di pundaknya terdapat harapan masyarakat untuk menjadi agent of change (agen perubahan). "Perubahan-perubahan ini dipelopori mahasiswa. Sebagai komunitas terdidik, mahasiswa harus mampu membaca fenomena sosial kebangsaan secara kritis agar tidak terjebak pada kepentingan pragmatis," ungkapnya.

1

Mahasiswa saat ini, yang merupakan generasi milenial, merupakan generasi yang diharapkan bisa menjaga nilai-nilai Pancasila sebagai falsafah kehidupan bangsa. Ditegaskan bahwa Pancasila merupakan sumber inspirasi bagi terwujudnya moderasi beragama yang saat ini terus digaungkan.

"Karena itu, saya berharap para mahasiswa baru dapat menjadi agen-agen moderasi beragama di tengah kemajemukan bangsa. Para mahasiswa Islam harus aktif dan turut serta memelopori untuk menciptakan iklim sosial yang rukun dan damai," ungkapnya.

Maka dari itu, dalam kesempatan menempuh pembelajaran, pihaknya mengimbau untuk para mahasiswa menempa diri dan menggali ilmu sedalam-dalamnya sehingga nantinya layak menjadi seorang pemimpin yang membawa perubahan.  Sebab, tidak semua anak berkesempatan menimba ilmu di perguruan tinggi. Kesempatan mengenyam bangku kuliah merupakan faktor menjadi calon intelektual di masa depan.

"Jadilah mahasiswa PTKIN yang produktif, kreatif dan berkarakter. Kreativitas dan kreasi dicirikan dengan pribadi yang berpikir out of the box dan dengan karya bermanfaat bagi bangsa," tuturnya.

2

Rektor UIN Maliki Malang Prof Dr H M. Zainuddin MA menambahkan, para mahasiswa harus bisa mengikuti kuliah ini dengan baik meskipun secara daring. Seperti diketahui, pada era ini, semua dituntut menguasai perkembangan teknologi. Hal tersebut tak terkecuali juga untuk mahasiswa PTKIN.

Mahasiswa UIN Maliki Malang juga memiliki sebutan lain, yakni mahasantri. Predikat tersebut diperoleh karena setiap mahasiswa baru (maba) akan menempuh pendidikan wajib di Ma'had selama satu tahun. 

Pihaknya juga yakin para mahasiswa UIN Maliki Malang akan menjadi generasi muslim yang berkarakter ulul albab. Sehingga, hak tersebut kemudian akan membedakan mahasiswa UIN Maliki Malang dengan mahasiswa dari perguruan tinggi lainnya.

Lebih lanjut dijelaskan,  lulusan UIN Maliki Malang memiliki kemampuan maupun pengetahuan yang mumpuni di masing-masing bidangnya. Hal itu semakin dilengkapinya dengan karakter ulul albab yang dimiliki. Dalam karakter itu, terdapat empat unsur seperti kompetensi spiritual, moral, intelektual, dan  sosial. 

"Landasan dari karakter ulul albab itu sendiri mengacu pada Qs Al Imron Ayat 191. Dan ini para maba khususnya, harus segera menghafalkannya," pungkas dia.

Topik
UIN Maliki MalangRektor UiN Maliki Prof Zainuddinnur amin
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru