Bupati Sanusi Siapkan Target 20.000 Vaksinasi per Hari

Aug 31, 2021 21:09
Bupati Malang, HM. Sanusi.(Foto: Riski Wijaya/ MalangTIMES).
Bupati Malang, HM. Sanusi.(Foto: Riski Wijaya/ MalangTIMES).

JATIMTIMES - Bupati Malang HM. Sanusi akan fokus untuk mengkonsetrasikan tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di bawah Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang untuk tidak menjadi vaksinator dalam kegiatan vaksinasi di luar yang diselenggarakan Dinkes. Menurut Sanusi, hal itu agar target capaian vaksinasi lebih cepat tercapai. 

Terbaru, Sanusi menargetkan bahwa pihaknya diupayakan bisa melakukan vaksinasi mencapai 20.000 vaksin per hari. Sanusi mengatakan, hal itu bisa saja dilakukan jika supply vaksin dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) lancar. 

"Iya itu, jadi targetnya nanti per hari (vaksin) 23 ribu. Itu bisa dilakukan mulai minggu depan, jika supply vaksin dari Provinsi (Jawa Timur) rutin dan lancar datangnya," ujar Sanusi (31/8/2021). 

Dan untuk dapat memaksimalkan capaian target tersebut, Sanusi mengatakan bahwa vaksinator yang bertugas di bawah naungan Dinkes akan diupayakan agar dapat lebih efisien. Dan difokuskan untuk bertugas dalam kegiatan vaksinasi yang memang digelar Dinkes Kabupaten Malang. 

"Ya biar bisa fokus. Jadi vaksinatornya yang memang digelar Dinkes. Sedangkan untuk lembaga lainnya, biar bisa menggunakan tenaga relawan," imbuh Sanusi. 

Di sisi lain, kendati saat ini wilayah aglomerasi Malang Raya sudah turun menjadi level 3, bukan berarti berbagai pengetatan yang diberlakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang selama pelaksanaan PPKM sudah bisa dilonggarkan.

Pasalnya, warga Kabupaten Malang tetap diminta untuk konsisten menjaga kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan (prokes) sekaligus kepatuhan terhadap berbagai ketentuan dalam kebijakan PPKM level.

"Saya minta masyarakat jangan sampai lengah, terus menjaga disiplin prokes serta ketentuan PPKM level. Kalau turun level otomatis nanti perlakuan terhadap kegiatan sosial masyarakat maupun tempat-tempat sentral perekonomian akan berubah sesuai dengan aturan Mendagri," terang Sanusi.

Menurut Sanusi, dengan turunnya level tersebut, tidak menghentikan kegiatan pemindahan warga yang melakukan Isolasi Mandiri (Isoman) ke Isolasi Terpadu (Isoter) berhenti.

"Untuk pemindahan isoman ke isoter tetap dilakukan, kami (Forkopimda Kabupaten Malang) menargetkan dalam tiga hari kedepan sudah tidak ada lagi warga yang isoman," jelas Sanusi.

Sanusi menjelaskan, tempat-tempat isoter tersebut merupakan upaya pemerintah untuk menekan kasus penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Malang yang dikelola oleh Pemkab Malang.

"Warga yang isoman akan dipindah ke isoter yang dikelola oleh Pemkab Malang, jadi sisa 92 orang itu akan dipindah, yang di bagian selatan akan dipindah ke Rusunawa ASN dan Hotel Mirabell Kepanjen," terangnya.

Selain itu, menurut Sanusi warga Kabupaten Malang yang berada di bagian utara, telah disediakan Isoter yang berada di SMPN 1 Singosari, dan telah disiapkan 84 bed.

"Semua tempat Isoter telah disiapkan sedemikian mungkin, tapi yang tidak bisa masuk isoter akan dipindah ke RS Lapangan dan RSSA Malang. Tadi sama Dirut RSSA dan Dinkes Jatim diarahkan kesana," pungkasnya.

Topik
Bansos di Kabupaten MalangPercepat Penanganan Covid 19Vaksinasi Covid 19vaksinasi kabupaten malangVaksin Covid 19
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru