Genjot Vaksinasi Pelajar, Pemkot Malang Targetkan 2.500 Orang Divaksin Setiap Hari

Aug 31, 2021 17:33
Wali Kota Malang Sutiaji bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang Suwarjana serta Dandim 0833/Kota Malang Letkol Arm Ferdian Primadhona saat meninjau vaksinasi pelajar di Polkesma, Selasa (31/8/2021). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang Suwarjana serta Dandim 0833/Kota Malang Letkol Arm Ferdian Primadhona saat meninjau vaksinasi pelajar di Polkesma, Selasa (31/8/2021). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang terus menggenjot pelaksanaan vaksinasi pelajar dengan target setiap harinya 2.500 dosis Vaksin Covid-19 Sinovac.

Kepala Disdikbud Kota Malang Suwarjana mengatakan, untuk total pelajar yang akan divaksin pada jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) berusia 12 tahun keatas berjumlah 45 ribu. Yakni untuk pelajar SD 5 ribu dan pelajar SMP 40 ribu. 

Jumlah total 45 ribu pelajar SD dan SMP tersebut, kata Suwarjana, mulai dari yang negeri hingga swasta. "40 ribu SMP semua negeri dan swasta, MTs, kemudian yang 5 ribu itu adik-adik kita yang di SD/MI kelas 6 yang sudah 12 tahun," ungkapnya kepada JatimTIMES.com, Selasa (31/8/2021). 

Untuk target penyuntikan tiap harinya, pihak Disdikbud Kota Malang telah berkoordinasi dengan pihak Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Malang (Polkesma) sebagai penyedia tempat, tenaga kesehatan hingga vaksinator. 

"Di Polkesma ini per hari bisa melayani 2.500. Hari ini hanya pagi saja yang launching, siang nanti dipakai untuk umum. Baru nanti September start 2.500, kami yang membagi," jelasnya. 

Lebih lanjut, Suwarjana juga memastikan bahwa untuk ketersediaan vaksin bagi pelajar yang menggunakan jenis Vaksin Covid-19 Sinovac sudah sesuai dengan data yang dimiliki Disdikbud Kota Malang yakni 45 ribu pelajar SD dan SMP. 

"InsyaAllah ketersediaan vaksin sudah memenuhi sesuai dengan target kami dan data siswa," katanya. 

Untuk sementara waktu ini, tempat pelaksanaan vaksinasi pelajar masih menggunakan area Polkesma. Suwarjana mengatakan, karena di Polkesma protap yang diberlakukan sudah baku. Mulai dari penyediaan fasilitas hingga SDM (Sumber Daya Manusia) yang telah mencukupi.

"Tempat sudah ada, observasi, ruang tunggu, kemudian juga parkir memenuhi dan mereka tidak usah memindah nakes, alat-alat dan sebagainya," terangnya. 

Namun, jika nantinya pelaksanaan vaksinasi akan dilakukan di masing-masing sekolah, pihaknya menyampaikan bahwa tenaga kesehatan Polkesma juga sudah disiapkan terkait kemungkinan tersebut.

"Tidak menutup kemungkinan juga nanti mungkin datang ke sekolah juga tim nakesnya. Karena kan kita nggak Polkesma saja tapi Dinkes juga," ujarnya. 

Sementara itu, percepatan vaksinasi di tengah Kota Malang yang sudah masuk dalam zona oranye dan Level 3 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dilakukan juga sebagai upaya persiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang direncanakan akan digelar pada hari Senin (6/9/2021) depan. 

"Jadi memang nanti akan kita pilih sekolah-sekolahnya. Saya tidak mau gegabah jadi kami harus seleksi dan evaluasi dulu. Untuk SD per kecamatan mudah-mudahan bisa sampai 15 atau 10. Untuk SMP negeri dan swasta semua akan kita uji coba," jelasnya. 

Lebih lanjut, untuk pelaksanaan vaksinasi dan PTM bagi seluruh pelajar SD dan SMP yang berusia 12 tahun ke atas harus mendapatkan izin orang tua.

"Vaksin harus ada izin orang tua. Jadi surat pernyataan dari orang tua mengizinkan yang mau divaksin. Dalam hal tatap muka juga demikian," pungkasnya. 

Topik
Kurban untuk warga binaantarget vaksin kota malangDisdikbud Kota Malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru