Bakal Seret Tersangka Lain, Kejari Terus Dalami Dugaan Korupsi di Diskominfo Kabupaten Kediri

Aug 31, 2021 13:45
Kejari Kabupaten Kediri saat gelar press rillis.(eko arif s/Jatimtimes)
Kejari Kabupaten Kediri saat gelar press rillis.(eko arif s/Jatimtimes)

JATIMTIMES - Pengusutan kasus proyek fiktif di Dinas Kominfo (Diskominfo) Kabupaten Kediri tak berhenti pada penetapan dua orang tersangka, Krisna Setiawan (KS), dan Sunartis (S). Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kediri bakal menyeret pelaku lainnya, selain KS yang menjabat Plt Kepala Diskominfo Kabupaten Kediri dan S Kabid PIP Diskominfo Kabupaten Kediri tahun 2019. 

Sudah ada puluhan saksi yang diperiksa oleh penyidik untuk menguak dugaan korupsi proyek fiktif berupa kegiatan penyuluhan informasi publik (PIP). "Sudah ada 30 saksi yang diperiksa dalam kasus ini. Dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) ada 8 orang, pihak ketiga (swasta) ada 3 orang dan pihak desa ada 12 orang," kata Kepala Kejari Kabupaten Kediri Dedy Priyo Handoyo Senin (30/8/2021).

Terkait dengan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus korupsi ini, Dedy Priyo menyampaikan menunggu proses penyidikan lebih lanjut. "Nanti tergantung fakta-fakta dalam proses penyidikan yang diungkapkan dalam ketentuan pasal 184 KUHP," jelasnya.

Untuk diketahui, Kejari Kabupaten Kediri menetapkan KS selaku Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Kediri tahun 2019 sebagai tersangka dalam kasus proyek fiktif. Yakni, berupa kegiatan penyuluhan informasi publik yang diduga menyebabkan kerugian uang negara sekitar Rp 1 miliar. 

Mereka dijerat pasal yang disangkakan oleh tersangka ini adalah primer pasal 2 ayat 1 juncto pasal 18 undang-undang no 31 tahun 1999, juncto UU nomor tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi.

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri Deddy Agus Oktavianto mengatakan bahwa modus yang dilakukan tersangka KS adalah dengan membuat proyek fiktif.

"Jadi antara tersangka S (Kabid PIP tahun 2019, red) dan KS (PLT Kadis Kominfo Kabupaten Kediri) sepakat membuat beberapa kegiatan seolah-olah itu sudah dilakukan. Tetapi setelah kita lakukan proses penyelidikan, dibuat pertanggungjawaban seolah-olah itu ada," ucapnya.

Untuk kasus ini menurut Deddy Agus Oktavianto bahwa sudah terjadi pada tahun 2019. "Untuk beberapa detailnya mengenai bulan bisa nanti diikuti dalam proses persidangan," tutur Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Kediri.

Ia juga meyakini bahwa dalam kasus ini pihaknya sudah mempunyai alat bukti yang lengkap. "Barang yang kita sita termasuk surat - surat dan beberapa dokumen penting yang mendukung proses penyidikan. Nanti akan kita lakukan penyitaan lagi jika memang ada fakta yang mendukung proses penyidikan," tandas Deddy.

Sementara itu, pantauan wartawan KS memang tidak terlihat di kantornya dalam beberapa hari terakhir. Bahkan, dia sudah jarang terlihat di kantor sejak penyidik kejari menangani kasus tersebut. Saat dihubungi di nomor teleponnya, KS juga tidak ada respons.

Topik
Berita KediriDiskominfo Kabupaten Malangkejari kabupaten kedirikejari kabupaten kediridedy priyo handoyo

Berita Lainnya

Berita

Terbaru