Pekan Depan, Kota Malang Gelar Uji Coba Sekolah Tatap Muka

Aug 31, 2021 12:46
Uji coba sekolah tatap muka di salah satu SMP di Kota Malang beberapa waktu lalu. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Uji coba sekolah tatap muka di salah satu SMP di Kota Malang beberapa waktu lalu. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

JATIMTIMES- Pemerintah Kota (Pemkot) Malang segera mulai membuka uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas tingkat PAUD, SD dan SMP. Rencananya, pelaksanaan sekolah PTM akan digelar pada pekan depan. Hal ini menyusul penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Malang yang sudah turun di Level 3.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, dengan penurunan level ini ada beberapa sektor yang mulai dilonggarkan. Termasuk berkaitan dengan rencana sekolah tatap muka. Namun, hal ini masih akan dilakukan uji coba di beberapa sekolah sebelum sepenuhnya diterapkan.

"Minggu depan kita uji coba (PTM), berseiring dengan itu kita lakukan percepatan vaksinasi untuk siswa sekolah," kata Sutiaji kepada MalangTIMES, ditemui di Balai Kota, Selasa (31/8/2021).

Sebagaimana diketahui, salah satu syarat untuk bisa kembali menggelar PTM di daerah adalah dengan pelaksanaan vaksinasi menyeluruh baik ke tenaga pendidik maupun terhadap siswanya. Kota Malang, dengan ini juga terus menggencarkan vaksinasi untuk siswa sekolah berusia 12-17 tahun.

Selain itu, perihal protokol kesehatan (prokes) di masing-masing sekolah. Pihaknya dalam hal ini juga telah melakukan peninjauan terkait kesiapan sekolah.

"Hari ini kita sudah vaksinasi SMP 5, maka kita targetkan bulan September itu vaksinasi selesai walaupun tahap pertama. 45 ribu dosis untuk SMP, 5.000 dosis untuk SD. Tp tetap itu menciptakan Herd Immunity saja. Yang terpenting prokes, maka kami lihat bagaimana kesiapan sekolah menjaga prokesnya," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Suwarjana menambahkan, uji coba sekolah tatap muka nantinya tidak langsung dilakukan dilakukan di semua sekolah.  Melainkan akan dipilih beberapa saja yang telah memenuhi standart operasional prosedur (SOP) penerapan protokol kesehatan.

"Nanti akan kita pilih dan tunjuk sekolah-sekolah yang siap. Semua sudah siap, tapi prinsip kami tidak mau gegabah, kami tetap harus seleksi dan evaluasi," terangnya.

Nantinya, untuk teknis penerapan PTM, para siswa harus mendapat izin dari orangtua. Kemudian, sistem belajar hanya boleh berkapasitas 50 persen dari total siswa di setiap sekolah.

"Pembelajaran tatap muka akan dilakukan maksimal sampai pukul 12.00 dengan kapasitas 50 persen. Tidak ada kantin buka, tidak ada istirahat dan harus antar-jemput. Yang paling penting, penerapan protokol kesehatan harus tetap disiplin," tandasnya.

Topik
pembelajaran tatap mukaSutiajiSUWARJANA
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru