Dugaan Perampasan HP Dialami Wartawan, Korban dan Terduga Pelaku Saling Lapor

Aug 30, 2021 19:57
Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Jeifson Sitorus. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Jeifson Sitorus. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

JATIMTIMES - Wartawan online Yiyin Lukman Adiwinoto yang betugas di Kota Batu terpaksa melaporkan kejadian yang dirasa tidak mengenakkan melalui kuasa hukumnya kepada Polres Batu. Kejadian tersebut terjadi saat melakukan peliputan vaksinasi 1.000 dosis 1 yang diduga hoaks di Brawijaya Istana Oleh-Oleh Kota Batu beberapa saat lalu.

“Iya kami menerima laporan terkait wartawan saat melakukan peliputan handphone dirampas dan intimidasi,” ungkap Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Jeifson Sitorus.

Setelah wartawan tersebut resmi melaporkan kejadian tidak mengenakkan tersebut lanjutnya, pihak Brawijaya Istana Oleh-Oleh Kota Batu melaporkan balik terkait yang dituduhkan. “Setelah itu pihak Brawijaya Istana Oleh-Oleh juga melaporkan balik,” tambahnya, Senin (30/8/2021).

Dengan demikian, ke dua-nya saling melaporkan kejadian dugaan penyekapan dan perampasan telepon genggam yang terjadi beberapa saat lalu. Dengan adanya dua laporan tersebut, tentu pihaknya akan segera menindaklanjuti kasus itu.

“Proses penyelidikan masih kami lakukan terkait dengan dua pengaduan ini,” ujar pria yang bakal berpindah tugas Kasat Reskrim di Polres Ponorogo ini.

Sedang kejadian tersebut terjadi pada saat wartawan online tersebut hendak melakukan konfirmasi ulang kegiatan vaksinasi 1.000 dosis pertama yang diduga hoaks. Karena sempat membuat banyak warga kecewa lantaran sudah datang ke lokasi, namun tidak didapati kegiatan tersebut.

Kemudian wartawan tersebut datang ke lokasi dengan izin satpam yang ada di sana. Lalu oleh satpam ia dipersilahkan untuk ke ruang managemen, di sana ia menunjukkan identitasnya sebagai wartawan.

Setelah menunjukkan identitasnya, proses wawancara dilakukan. Tiba-tiba telepon genggam yang saat itu dibawanya dipinjam oleh pihak karyawan tersebut. Niatnya telepon genggam dipinjam untuk menghapus rekaman saat wawancara.

“Setelah wawancara HP saya diperiksa dengan upaya paksa untuk memeriksa dan menghapus rekaman wawancara,” ujar Lukman.

Selain itu menurut keterangan wartawan online tersebut sempat ditahan dalam ruangan tersebut. “Sampai 30 menit hingga baru diizinkan keluar,” tambahnya.

Topik
Kekerasan JurnalisKasus Kekerasan Jurnalispenghulu viral
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru