Pantau Vaksinasi bagi Difabel Kota Malang, Berikut Harapan Wawali Bung Edi

Aug 30, 2021 16:42
Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di Yayasan Bhakti Luhur Kota Malang, Senin (30/8/2021). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)
Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di Yayasan Bhakti Luhur Kota Malang, Senin (30/8/2021). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES- Wakil Wali (wawali) Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko meninjau vaksinasi difabel di Yayasan Bhakti Luhur di Jalan Terusan Dieng Nomor 40, Kota Malang, Senin (30/8/2021).

Vaksinasi Covid-19 jenis Sinopharm ini diperuntukkan bagi 90 orang difabel. "Direncanakan ada 73 orang yang divaksin, tapi dicek dulu kesehatannya kesiapannya dan insya allah akan ada penambahan sekitar 18 orang," kata Bung Edi panggilan akrab Sofyan Edi Jarwoko kepada JatimTIMES.com. 

Politikus Partai Golkar Kota Malang ini melanjutkan, nantinya pelaksanaan vaksinasi difabel akan dilakukan secara Door to Door dan bertahap. Hal itu diterapkan bagi para difabel yang tidak memungkinkan datang ke Puskesmas atau tempat-tempat pelaksanaan vaksinasi lainnya. 

"Harapan kita, dari sekitar 2.927 warga disabilitas Kota Malang mampu tercapai target daripada vaksinnya (1.696, red), syukur-syukur kalau kita bisa lebih daripada itu," terangnya. 

Lebih lanjut, pihaknya juga terus memantau terkait ketersediaan vaksin bagi difabel di Kota Malang hingga tercapai dengan jumlah difabel yang siap untuk dilakukan vaksinasi. Jika jumlah vaksin kurang nantinya akan dikoordinasikan kembali dengan pihak terkait. 

Hal itu harus terus dilakukan karena para difabel yang berada di Yayasan Bhakti Luhur Kota Malang kata Bung Edi jika dilihat secara historis banyak yang sudah kehilangan jejak keluarga hingga tidak tahu keberadaan keluarganya di mana. "Ini hal-hal yang harus dihadapi petugas di lapangan, saya kira ini lah warga Indonesia yang harus mendapatkan layanan sama," ujarnya. 

Maka dari itu, semua pihak di Kota Malang mulai dari jajaran Pemkot Malang; Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang dan Dinas Kesehatan Kota Malang dalam hal ini jajaran Puskesmas di masing-masing wilayah untuk bahu membahu mensukseskan vaksinasi bagi difabel. 

Sementara itu, Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Penny Indriani sebelumnya juga telah menjelaskan bahwa terdapat 2.927 orang difabel yang tercatat dalam data Dinsos-P3AP2KB Kota Malang dan sebanyak 1.696 orang yang telah menyatakan kesiapannya untuk melakukan vaksinasi. "Sisanya itu susah, jadi kita pelan-pelan harus menyadarkan perlunya vaksin pada para disabilitas," ujarnya. 

Penny menambahkan, dari data yang dimiliki Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, sebanyak 1.696 orang difabel yang telah menyatakan kesiapan dan sesuai persyaratan untuk menjalani vaksinasi dari berbagai macam jenis difabel. 

"Macam-macam ada yang rada berat, ada yang hanya tulangnya, ada yabg tuna netra. Ada yang benar-benar sedikit kayak ODGJ (Orang Dalam Gangguan Jiwa, red) tapi sudah sempat bisa ditangani," tutupnya.

Topik
Sofyan Edi JarwokoBung Edivaksinasi bagi difabel
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru