Sepi Selama Pandemi, Angkot di Kota Malang Direncanakan Bisa Pindah Jalur

Aug 30, 2021 11:10
Angkutan kota (Angkot) di Kota Malang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Angkutan kota (Angkot) di Kota Malang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Situasi pandemi Covid-19 yang belum usai menjadikan beberapa sektor terdampak. Salah satunya, sektor transportasi umum di Kota Malang.

Angkutan kota atau angkot misalnya, bahkan mengalami penurunan aktivitas. Hal ini pun juga menyebabkan jumlah trayek menurun.

Berdasarkan data Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, dari 25 jumlah trayek yang ada di Kota Malang, kini hanya tersisa 18 trayek. Itupun, tida secara keseluruhan dapat beroperasional.

Kabid Angkutan Dishub Kota Malang Sony Bachtiar menyatakan, dengan kondisi penurunan itulah Dishub Kota Malang tengah merencanakan agar angkot tetap bisa eksis. Salah satunya, menyiapkan pindah jalur.

Sehingga, alur-jalur yang kini sudah tidak dilewati oleh Mikrolet yang tidak aktif, bisa dilewati oleh angkot yang masih beroperasi. Namun, untuk pemindahan jalur ini harus mendapatkan persetujuan dari ketua jalur, koperasi dan Dishub Kota Malang.

"Rencananya seperti itu. Kami sebagai pembina terus mencari cara agar angkot ini tetap berdaya dan menjadi angkutan massal lagi. Jadi harus ada fleksibilitas trayek, angkot boleh berjalan di bukan jalur aslinya," ujarnya.

Selain pemindahan jalur, Dishub Kota Malang juga  merencanakan program lainnya. Seperti, melakukan revitalisasi angkutan umum. Hal ini guna memenuhi kebutuhan pelayanan transportasi umum di Kota Malang.

Program ini, dijelaskan Sony, saat ini tengah dalam tahap kajian dengan akademisi dan tim ahli transportasi Kota Malang. Beberapa unsur yang dibahas mengenai hal ini adalah penyesuaian tarif, jalur trayek, bentuk transportasi umum lainnya dan lain-lain.

Tidak menutup kemungkinan, dalam tataran transportasi di Kota Malang ini, ke depan Dishub Kota Malang juga alan memanfaatkan GPS. Yang mana, angkutan kota bisa berbasis online.

“Sebenarnya angkot ini kalahnya soal waktu saja. Karena tidak ada kepastian (menunggu angkot datang di jalurnya). Berbeda dengan ojek online yang memudahkan masyarakat. Kami masih rumuskan untuk mencari solusi terbaik,” pungkasnya.

Topik
Angkutan UmumKota MalangDishub Kota Malangsony bahtiar

Berita Lainnya

Berita

Terbaru