Mereka Pahlawan Covid-19 (5)

Kisah Relawan Bank Sampah di Tulungagung yang Rela Jadi Penggali Kubur dan Petugas Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19

Aug 30, 2021 10:36
Haris Mukti Anshory Kaos Biru saat memakamkan jenazah pasien Covid-19 malam hari / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES
Haris Mukti Anshory Kaos Biru saat memakamkan jenazah pasien Covid-19 malam hari / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES

JATIMTIMES - Lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia dan khususnya di Kabupaten Tulungagung, membuat peran penggali kubur sangat dibutuhkan. Tugas mulia untuk mengubur jenazah yang terpapar covid-19 itu pun mungkin bagi sebagian orang merupakan pekerjaan yang berat. Karena selama pandemi, risiko tertular sangatlah tinggi.

Salah satu penggali kubur, Haris Mukti Anshori (48) yang masuk dalam Satgas Covid-19 tingkat RW di kelurahan Kepatihan, Kecamatan/Kabupaten Tulungagung mengatakan, peran vital penggali kubur dan petugas pemakaman paling dianggap sebagi tugas menakutkan di masyarakat.

Namun ia memilih untuk tetap menjalankan perannya dan membantu masyarakat. Dia pun menceritakan seperti apa awal mula ia mau dan terjun menjadi penggali kubur, khususnya bagi pasien covid-19.

Awalnya, menurut Haris pada akhir tahun 2019, ketua RW 07 saat itu membentuk satgas covid-19 di Kelurahan Kepatihan.

Dengan dikomandoi oleh ketua RW Budiono, dan 5 RT serta pengurus yang terlibat,  kegiatan ini awalnya juga rutin melakukan penyemprotan disinfektan.

"Sebelum munculnya wabah Covid-19, tiap Agustus-an kita penggalian dana lewat 10 dasa wisma yang ada di RW 07, untuk kegiatan itu. Setelah datangnya wabah penggalian dana untuk Agustusan tetap dilakukan yang dikoordinir ibu-ibu dasa wisma," ucap Haris belum lama ini.

Dari perolehan dana, dialihkan untuk dibelikan sembako dan diberikan warga yang terdampak atau kurang mampu.

Hingga, pada akhir tahun 2020 ada salah satu warga yang meninggal di rumah sakit dan dimakamkan Di TPU kelurahan Kepatihan.

"Pada saat itu, banyak orang takut untuk takziyah dan mengangkat peti jenazah yang keluar dari ambulance dr. Iskak Tulungagung. Mulai saat itu membentuk tim penggalian makam serta pengangkat peti jenazah," paparnya.

Haris yang ditunjuk sebagai ketua Satgas Covid-19, di luar perkumpulan siaga pralaya yang sudah berdiri 4 tahun yang lalu. Ia berharap, masyarakat tidak lagi takut takziyah asal tetap mematuhi Protokol kesehatan (Prokes).

"Saya harap masyarakat tidak takut, dan orang takziyah bisa ramai meskipun di masa seperti ini," imbuhnya.

Pria yang beralamat Jalan Letjen Suprapto 101 yang juga menjabat ketua RT 05 ini memang tak hanya bergelut sebagai relawan covid-19. Dia setiap harinya juga beraktivitas sebagai aktivis relawan Bank Sampah. Kesehariannya, Haris rutin mengambil sampah dari berbagai sudut wilayah di Kabupaten Tulungagung. Namun, karena dampak Covid-19 juga mengguncang ekonomi, Bank Sampah yang dikelola bersama rekan-rekannya ini sudah empat bulan mengalami kekosongan atau macet.

"Pelanggan pelayanan Bank Sampah banyak yang menjalani Isolasi Mandiri (Isoman) jadi sementara vacum," imbuh pria yang dikenal sebagai aktivis Sosial ini.

Ia bersama tim penggali kubur lainnya, siap setiap waktu jika dibutuhkan tenaganya untuk membuat liang lahat bagi masyarakat Kepatihan yang meninggal dunia akibat virus Corona itu.

Topik
bpr restu dana citra sejahteraSatgas Covid 19turunan varian deltakucing ras bengalkakek 100 tahunKabupaten Tulungagung
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru