Mereka Pahlawan Covid-19 (3)

Selalu Pakai Seragam Sekolah saat Bagi Sembako buat Warga Isoman

Aug 30, 2021 08:54
Moura Eka Sandrina (kiri) dan Ifron Petrus Andries (kanan), aktivitas dua siswa SMA di Malang yang menjadi relawan Covid-19 saat menata sembako untuk dibagikan kepada warga terdampak Covid-19. (Foto: istimewa).
Moura Eka Sandrina (kiri) dan Ifron Petrus Andries (kanan), aktivitas dua siswa SMA di Malang yang menjadi relawan Covid-19 saat menata sembako untuk dibagikan kepada warga terdampak Covid-19. (Foto: istimewa).

JATIMTIMES - Kesibukan dalam berbagai aktivitas sekolah rupanya tak menyurutkan kedua remaja asal Malang ini untuk membantu sesama. Ya, kepedulian itulah yang dilakukan Moura Eka Sandrina (16), siswi kelas XI SMA 1 Lawang, dan Ifron Petrus Andries (17), siswa kelas XII SMKN 4 Malang.

Kedua remaja ini tergerak untuk terlibat sebagai relawan covid-19. Di tengah kesibukan mereka belajar daring dan bergelut dengan tugas sekolah, kedua siswa ini seusai sekolah turun ke jalan membantu pasien covid-19 yang menjalani isolasi mandiri. Bahkan mereka juga tidak malu ikut membagikan masker kepada masyarakat.

Moura dan Ifron tergabung di posko Malang Bersatu Lawan Corona (MBLC) Kota Malang. Mereka sudah kurang lebih satu bulan ikut terlibat dalam kegiatan relawan.

Moura menceritakan, keterlibatannya sebagai relawan covid-19 lantaran merasa prihatin akan kondisi saat ini. Ia tergerak untuk bisa berbuat sesuatu untuk membantu masyarakat. 

"Ini kemauan dari diri sendiri. Saya merasa prihatin karena penyebaran covid-19 yang terus terjadi. Sebagai generasi muda, saya ingin turun memberikan bantuan kepada warga yang melakukan isolasi mandiri di rumah," ungkapnya.

Saat awal terlibat menjadi relawan covid-19, Moura mengaku sempat kesulitan membagi waktu antara belajar dan kegiatan sosial ini. Sebab, ia harus mengerjakan tugas, mengikuti kelas secara daring, dan harus berkeliling ke rumah warga untuk mengantarkan sembako.

Namun, seiring berjalan, siswi yang duduk du kelas XI itu sudah bisa memiliki ritme yang tepat dalam pembagian waktu. Sebelum berangkat ke posko MBLC, ia harus menyelesaikan tugas sekolahnya.

Kalaupun ada kelas daring pada jam dirinya harus berkeliling, Moura akan melakukannya di posko MBLC. Makanya, setiap hari dirinya tetap menggunakan seragam sekolah lengkap meski saat membagikan sembako ke rumah-rumah warga.

"Kalau awal-awal gabung, bingung. Tapi lama-lama terbiasa. Karena di sini (menjadi relawan) itu dari pukul 09.00 sampai 17.00. Biasanya dibagi saja, sambil mengerjakan tugas sebelum berangkat atau waktu pulang. Kadang juga mengerjakan tugas di posko," imbuh Moura.

Selama menjadi relawan, Moura mengaku sering memberikan pelayanan kepada warga yang melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah. Kekhawatiran terpapar covid-19 juga sempat mendera. Namun ia selalu memakai protokol kesehatan (prokes) dengan ketat.

Bahkan, dengan aktivitasnya sebagai relawan ini, Moura merasa senang. Sebab, bisa menuai banyak pelajaran dan pengalaman.

“Ada sedikit rasa takut. Tapi, selama tugas, kami menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan melakukan swab satu minggu sekali. Di sini, banyak pengalaman. Banyak relawan lain yang juga sama-sama membantu. Saya ingin mengajak masyarakat dan pelajar lainnya untuk bersama membantu warga yang sedang menjalani isoman," tandasnya.

Tak jauh berbeda, Ifron Petrus Andries menyampaikan, keinginan tergerak sebagai relawan  atas kemauan sendiri. Ia sendiri sebelumnya merupakan siswa magang menjadi video editor san desainer di MBLC.

Dari situ, ketika ada posko relawan, dirinya ingin ikut berperan membantu ke sesama. "Jadi, satu bulanan lalu, saat baru magang menjadi video editor dan desainer di MBLC. Kemudian ada posko untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat yang terrpapar covid-19. Saya tergerak untuk bergabung," ungkapnya.

Dirinya bahkan tak merasa kesulitan dalam membagi waktu antara belajar dan berkegiatan sebagai relawan. Malah dia diuntungkan dengan magang yang harus dijalaninya ini sembari membuat video dokumentasi berkaitan dengan tugas sekolahnya.

"Karena saya di sini magang, jadi sekalian bisa bantu jadi relawan. Packing sembako, bagikan ke warga, dan juga melakukan dokumentasi video," kata siswa yang duduk di kelas XII Multimedia SMKN 4 Malang ini. 

Sejauh ini, Ifron mengaku tidak khawatir meski harus membagikan bantuan kepada pasien covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah. Terlebih, selain selalu menerapkan prokes yang ketat, setiap minggunya juga selalu dilakukan swab kepada relawan.

"Protokol kesehatannya sangat ketat. Setiap satu minggu sekali juga dilakukan swab. Puji Tuhan, hasilnya selalu negatif," ucapnya.

Topik
bpr restu dana citra sejahteraKota Malangsopir ambulanceturunan varian delta
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru