Masuk Zona Oranye, Bupati Malang Sanusi Minta Masyarakat Tak Lengah

Aug 28, 2021 20:47
Bupati Malang HM Sanusi (baju putih dengan rompi hitam) bersama Forkopimda Kabupaten Malang saat meninjau isoter Kecamatan Dau. (foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)
Bupati Malang HM Sanusi (baju putih dengan rompi hitam) bersama Forkopimda Kabupaten Malang saat meninjau isoter Kecamatan Dau. (foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)

JATIMTIMES -  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang tetap mengingatkan masyarakat agar tidak lengah meski saat ini wilayahnya masuk dalam zona oranye.

Bupati Malang HM. Sanusi menyebut bahwa masyarakat tidak boleh lengah dengan status zona oranye. Hal itu agar ke depan Kabupaten Malang dapat masuk zona kuning.

“Masyarakat tetap harus mematuhi protokol kesehatan (prokes) karena meski (zona) oranye tapi kan tetap harus waspada,” kata Sanusi.

Meski begitu, pria yang juga pernah menjadi pengusaha tebu itu mengaku pihaknya masih menerapkan PPKM Level 4 sesuai Inmendagri yang mengacu pada aglomerasi Malang Raya. “Sampai sekarang masih tetap PPKM Level 4. Jadi, pelaksanaan level 4, tapi kenyataannya level 3,” kata Sanusi.

Senada dengan Sanusi, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Wahyu Hidayat juga meminta kepada masyarakat agar tetap mematuhi prokes yang sudah dibuat pemerintah daerah. “Tapi ini harus benar-benar dijaga. Jangan karena sudah oranye, lalu mereka melakukan sesuatu yang memang tidak diperbolehkan,” kata Wahyu.

Sementara itu, indikator menurunnya status dari zona merah ke zona oranye, Wahyu mengatakan dilihat dari zonasi yang dibuat per RT. Selama ini, per RT di sebuah desa atau dusun telah diberlakukan aturan memasang bendera sesuai dengan level konfirmasi positif.

“Kami juga menggunakan perhitungan hingga RT. Tapi untuk level itu memang indikatornya juga dari mobilitas,” ucap dia.

Topik
Bupati Malang HM SanusiKabupaten Malang Zona OranyeProtokol KesehatanPemkab Malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru