Bupati Malang Sanusi Apresiasi Warga Isoman yang Mau Dipindah ke Isoter

Aug 28, 2021 19:22
Bupati Malang HM. Sanusi didampingi forkopimda saat meninjau salah satu lokasi isoter.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES)
Bupati Malang HM. Sanusi didampingi forkopimda saat meninjau salah satu lokasi isoter.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES)

JATIMTIMES - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang  terus mengoptimalkan upaya-upaya untuk menekan jumlah penyebaran covid-19. Upaya meminimalkan jumlah kasus covid itu dilakukan meski, menurut Wakil Bupati (Wabup) Malang Didik Gatot Subroto, program menekan penyebaran covid-19 sudah berangsur membuahkan hasil. 

Salah satu keberhasilan menekan angka poditif covid itu karena keberadaan tempat isolasi terpadu (isoter) di setiap kecamatan  dinilai efektif. Didik menegaskan, hal tersebut sudah ditunjukkan dengan kondisi level covid-19 di Kabupaten Malang sebenarnya adalah level 3. 

"Satgas (covid-19) di tingkat kabupaten dan di tingkat kecamatan sudah berupaya dengan maksimal. Artinya, jumlah covid-19 ini bisa turun. Alhamdulillah sebenarnya kan Kabupaten Malang ini level 3. Karena aglomerasi, kita masih ikut PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Level 4," ujar Didik, Sabtu (28/8/2021). 

Didik berkeyakinan bahwa hal itu juga tidak lepas dari peran isoter. Pada prinsipnya, isoter digunakan untuk menganalisasi antara pasien covid-19 yang sedang  menjalani isolasi mandiri (isoman) dengan anggota keluarga lain yang berada di rumah. 

"Itu juga bagaimana perlakuan yang diberikan kepada warga isoman berkebutuhan khusus. Juga untuk ibu hamil, lansia atau warga isoman lain yang memang tidak memungkinkan untuk dibawa ke isoter. Kita bantu penuhi kebutuhannya dan juga pendampingan nakes yang dilakukan secara maksimal," terang politisi PDI Perjuangan ini. 

Sementara, sebelumnya, Bupati Malang HM. Sanusi mengapresiasi masyarakat yang mau dengan sukarela menjalani isolasi di tempat isoter. Pria asal Gondanglegi, Kabupaten Malang, ini menegaskan bahwa masyarakat yang mau menjalani isoter secara tidak langsung telah membantu menekan penyebaran covid-19. Terutama mencegah munculnya klaster keluarga. "Tentunya yang isoter ini kan tidak berkontak langsung dengan keluarganya," ujar Sanusi. 

Ia meyakinkan bahwa usaha yang telah dilakukan masyarakat untuk mau isolasi di isoter akan didukung upaya penuh dari Pemkab Malang untuk mencegah covid-19 agar tidak meluas. Termasuk melakukan penanganan dampak yang mungkin ditimbulkan. Salah satunya dengan mencukupi kebutuhan bagi anggota keluarga yang ditinggal karena sedang isolasi di isoter. 

"Pemkab Malang akan terus berupaya agar covid-19 ini berhenti. Dan sekadar memberi bantuan dari keluarga yang di rumah. Semangat dan harus segera sembuh," pungkasnya. 

Sementara itu, dikutip dari laman satgascovid19.malangkab.go.id,  dari jumlah warga yang isoman sebanyak 422, kurang lebih sekitar 37 persen sudah menjalani isolasi di tempat isoter. Sedangkan sisanya sebanyak 262 lainnya masih melakukan isoman. 

Sedangkan untuk zonasi PPKM tingkat RT di Kabupaten Malang, tercatat  tinggal 2 RT -masing-masing di Kecamatan Sumbermanjing Wetan dan Sumberpucung- yang masih tergolong zona merah. Sedangkan zona oranye ada 13 RT, 495 RT zona kuning, dan sebanyak 14.437 RT zona hijau.

Topik
Kabupaten Malangcovid 19 kabupaten malangBupati Malang HM Sanusi
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru