DLH Kota Malang Pasang Blokade Kursi dan Dirusak Warga, Satpol PP Bertindak

Aug 27, 2021 20:50
Satpol PP Kota Malang saat memberi imbauan kepada masyarakat agar segera meninggalkan tempat berkumpul (foto: Satpol PP Kota Malang for MalangTIMES)
Satpol PP Kota Malang saat memberi imbauan kepada masyarakat agar segera meninggalkan tempat berkumpul (foto: Satpol PP Kota Malang for MalangTIMES)

JATIMTIMES - Belum genap seminggu Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang bidang Ruang Terbuka Hijau (RTH) memasang blokade kursi yang ada di Jalan Besar Ijen. Namun kini, beberapa telah dirusak oleh oknum masyarakat dan digunakan untuk berkumpul.

Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) RTH DLH Kota Malang Lita Irawati SH MAP mengatakan, pemasangan blokade kursi dilakukan untuk menghindari masyarakat agar tidak berkumpul. Namun beberapa hari setelah dipasang, justru sudah ada yang melepas dan digunakan untuk berkumpul di waktu siang atau malam hari.

“Disini hampir dua minggu sekali kami selalu mengganti. Karena blokade yang dilakukan itu kerap dirusak oleh masyarakat,” terang dia.

“Kalau yang sekarang ini dipasang bisa bertahan satu minggu saja sudah bagus,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasi Operasi Satpol PP Kota Malang Anton Vera menyebut, pihaknya telah mendapat laporan dari masyarakat melalui akun Twitter Pemkot Malang. Disitu, kursi yang berada di Jalan Besar Ijen dan telah ditutup dengan bambu dibongkar oleh warga dan digunakan untuk berkumpul.

“Itu pengaduan masyarakat ke Twiter-nya Pemkot Malang. Bahwa banyak masyarakat yang berkerumun di sepanjang Jalan Ijen, sehingga kami tidak lanjuti,” kata Anton.

Sebetulnya, Anton mengaku setiap hari anggota nya sudah melakukan patroli di sepanjang Jalan Ijen sampai di sepanjang Jalan Simpang Balapan. Akan tetapi ketika Satpol PP bergeser atau lepas area itu sekitar beberapa menit, sudah ada masyarakat yang datang.

“Mereka mencari lengahnya petugas, lalu mereka datang. Malam pun begitu jam-jam segini mereka sudah ada di sana sehingga sekarang ini ada petugas kami yang ada di lokasi,” ungkap Anton.

Sejauh ini, Anton mengatakan pihaknya masih bersikap persuasif atau mengingatkan masyarakat agar tidak lagi berkumpul di masa pandemi. Namun pihaknya tetap mengingatkan agar di kemudian hari tidak mengulangi.

“Kalau kemarin kami hanya penghalauan saja, tapi mulai malam ini kalau ada langsung kami amankan, artinya kami ambil identitas nanti hari senin ke kantor, lalu kami kasih pembinaan,” pungkasnya.

Topik
perjuangan kakekDLH Kota MalangSatpol PPKota Malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru