Animo Tinggi, Forkopimda Kabupaten Malang Bahas Mekanisme Vaksinasi

Aug 27, 2021 20:34
Forkopimda Kabupaten Malang saat melakukan rapat koordinasi terkait vaksinasi (foto: Humas Pemkab Malang for MalangTIMES)
Forkopimda Kabupaten Malang saat melakukan rapat koordinasi terkait vaksinasi (foto: Humas Pemkab Malang for MalangTIMES)

JATIMTIMES - Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Malang bersama jajaran terkait melakukan pertemuan membahas langkah percepatan vaksinasi covid-19 di Pendapa Agung Kabupaten Malang, Jum'at (27/8/2021) 

Rapat koordinasi selain dihadiri Forkopimda Kabupaten Malang juga dihadiri Kakesdam V Brawijaya Kolonel CKM dr Djanuar Fitriadi, Kabid Dokkes Polda Jatim Kombes Pol dr Erwin Zainul Hakim, Plt Kadinkes Prov Jatim Dr dr Kohar Hari Santoso, perwakilan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Universitas Islam Malang, UIN dan Universitas Muhammadiyah Malang.

Beberapa hal disorot guna dilakukan koordinasi secara mendalam terkait sinkronisasi, ketepatan dan kecepatan data covid-19. Dimana mulai data vaksinasi, perencanaan serta strategi vaksinasi yang akan dilakukan ke depan.

Bupati Malang HM Sanusi membuka rapat dengan pembahasan tentang sistem perencanaan dan memastikan jumlah vaksin tersebut tersedia di Kabupaten Malang. Bupati asal Kecamatan Gondanglegi itu menyebut banyak strategi telah dirancang bersama-sama. Namun hal tersebut bisa dilaksanakan dengan bergerak bersama-sama. 

“Akhir-akhir ini sejak pertengahan Agustus kami Forkopimda beserta jajaran telah menerapkan sistem Isoter bagi pasien yang Isoman. Bila ada kendala, kami ambil kebijakan terbaik. Alhamdulilah lancar, penurunannya semakin banyak, laporan Kemenkes turun banyak,” ujar Sanusi. 

Sementara itu, Kapolres Malang AKBP Bagoes Wibisono menjelaskan, beberapa waktu lalu pihaknya telah melakukan perencanaan dengan Kadinkes Kabupaten Malang untuk pelaksanaan vaksinasi. Yakni bisa dilaksanakan dengan pembagian kuota per wilayah dalam cakupan wilayah hukum Kabupaten Malang. 

“Dalam wilayah Hukum Polres Malang tercakup ada tiga puluh Puskesmas ditambah gerai vaksin di Polres Malang yang dilaksanakan setiap harinya, kemudian juga ada program vaksinasi massal disetiap kecamatan. Pemenuhan kuota dalam hal percepatan vaksinasi bisa kami laksanakan,” tegasnya. 

Bagoes Wibisono menambahkan, Jajaran Forkopimda Kabupaten Malang akan kembali berkolaborasi dengan Dinkes Kabupaten Malang terkait tenaga kesehatan (nakes) yang selalu mendata animo masyarakat yang ingin vaksin. Karena akhir ini animo masyarakat utuk vaksin terlihat cukup tinggi.

“Dari perhitungan kami kurang lebih perhari bisa melaksanakan dua puluh satu ribu melebihi kuota pencapaian target, terkait animo masyarakat yang sangat tinggi dalam mendapatkan vaksin ini, bukan hanya masyarakat umum, pesantren, pelajar, ormas pun semua telah terdaftar,” jelasnya. 

Lanjut Bagoes, terkait sinkronisasi data, menyatakan bahwa hal tersebut adalah muara akhir yang harus terus dipenuhi dalam usaha pengendalian pandemi covid-19 ini, semua berjalan lancar tanpa permasalahan lain. 

“Jika disampaikan bahwa cukup dengan PeduliLindungi, maka itu lebih memudahkan kami bersama untuk menghindari kerumunan. Laporan data hasil kerja serta sinkronisasi data itu hal krusial saat ini. Tinggal playmakernya bagaimana di lapangan. Jangan sungkan untuk saling berkomunikasi,” himbaunya. 

Topik
Penanganan Covid 19VaksinasiKabupaten MalangBupati Malang HM Sanusi
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru