Perlukah Tes Antobodi setelah Divaksin Covid-19? Ini Penjelasan Dokter

Aug 27, 2021 10:51
Ilustrasi (Foto: Weill Cornell Medicine)
Ilustrasi (Foto: Weill Cornell Medicine)

JATIMTIMES - Tes antibodi saat ini mulai ramai dibicarakan di Tanah Air. Tak sedikit orang yang pernah terpapar Covid-19 atau bahkan telah divaksin melakukan tes tersebut untuk melihat seberapa kuat tubuh memproduksi antibodi untuk melawan virus Covid-19.

Lantas apakah perlu masyarakat melakukan tes antibodi setelah divaksin Covid-19?

Untuk diketahui, di beberapa negara termasuk Indonesia tes antibodi ini memang belum dianjurkan. Apalagi, tes terhadap orang-orang yang telah divaksin Covid-19.

Disampaikan oleh Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Vaksinolog, Dirga Sakti Rambe, hingga saat ini masih belum ada angka pasti yang menjadi penentu seberapa tinggi hasil tes yang bisa menyatakan bahwa imun atau antibodi tubuh kita telah mampu melawan Covid-19.

"Tidak ada organisasi kesehatan manapun baik itu WHO maupun Kemenkes yang menganjurkan pemeriksaan antibodi setelah vaksin," ujar Dirga saat melakukan sesi live Instagram dengan Kementerian Kesehatan, Rabu (25/8/2021).

Pada dasarnya, lanjut Dirga setiap orang yang pernah melakukan vaksinasi Covid-19 antibodi di tubuhnya telah terbentuk untuk melawan Covid-19. Saat dilakukan pemeriksaan antibodi, memang akan muncul angka yang memperlihatkan seberapa kuat antibodi di dalam tubuh kita.

Namun tidak ada penelitian yang menunjukkan angka pasti yang terbaik untuk melawan vaksin ini.

"Belum ada kesepakatan berapa angka ideal," kata Dirga.

Oleh sebab itu, pemeriksaan antibodi ini tak disarankan untuk dilakukan. Namun, jika memang ada masyarakat yang ingin tetap melakukan tes antibodi, sebaiknya dilakukan setelah 2 pekan vaksinasi dilakukan.

"Jangan setelah vaksin langsung dicek antibodinya. Ini belum terbentuk ya," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dirga juga mengatakan meski telah divaksin kemungkinan orang itu terpapar Covid-19 memang masih ada. Hanya saja, tingkat gejala yang dialami seseorang tersebut yang pernah dan belum divaksin tentu berbeda.

Lebih lanjut ia menyatakan, orang yang belum pernah divaksin sama sekali tidak memiliki antibodi, sehingga tidak ada perlawanan berarti dari tubuh saat virus tersebut masuk.

"Kalau sudah vaksinasi begitu ada virus masuk antibodi segera dibentuk, kemungkinan meninggal dunia kecil," paparnya lagi.

Selain itu, Dirga juga meminta agar masyarakat terus menerapkan protokol kesehatan meski sudah melakukan vaksinasi hingga 2 dosis.

"Kita lakukan segala upaya agar proteksi kita bisa bagus," katanya.

 

Topik
kejaksaan negeri tubanCovid 19
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru