Pastikan Pasien Isoman Covid-19 Pindah ke Isoter, Wawali Sofyan Edi Keliling Kelurahan

Aug 26, 2021 14:50
Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko (pakai rompi hitam) saat mengunjungi posko PPKM Mikro Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kamis (26/8/2021). (Foto: Istimewa).
Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko (pakai rompi hitam) saat mengunjungi posko PPKM Mikro Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Kamis (26/8/2021). (Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Tindak lanjut bagi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 untuk mendapatkan penanganan kesehatan secara optimal terus digencarkan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Salah satunya memastikan pasien yang tengah menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah untuk pindah ke isolasi terpusat (isoter).

Hal ini pun secara langsung dipastikan oleh Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko saat meninjau beberapa kelurahan di wilayah Kecamatan Sukun, Kamis (26/8/2021).

Seperti yang terpantau di Kelurahan Bandulan, saat ini diketahui ada 23 pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19. Dari jumlah tersebut, 6 di antaranya melakukan isoman, dan baru 3 pasien yang sudah masuk ke isoter.

“Insya Allah dalam waktu dekat seluruh warga yang menjalani isoman, akan dipindah ke isoter. Tinggal menunggu waktu, ini ada dua, tiga orang yang belum dibawa ke isoter," ujar Bung Edi -sapaan akrabnya-.

Hanya saja, dijelaskannya, untuk proses pemindahan warga ke isoter memang sempat mengalami kendala. Sebab, ada salah satu warga yang merupakan disabilitas netra, di mana hal ini masih dalam proses agar tetap bisa menjalankan isolasi dengan nyaman dan diberi pendampingan.

“Kami terus melakukan upaya, dibantu oleh pihak TNI/Polri untuk lakukan pendampingan. Sehingga, meski dirawat di isoter seluruh warga tetap mendapatkan pelayanan kesehatan dengan baik. Tak terkecuali disabilitas netra, nanti juga akan ada pendampingan khusus," jelasnya.

Selain di Kelurahan Bandulan, ia juga meninjau di wilayah Kelurahan Mulyorejo dan Karangbesuki. Menurutnya, sejauh ini masyarakat yang terpapar Covid-19 semakin sadar dan paham untuk mendapatkan perawatan kesehatan di tempat isoter.

Sinergitas dari berbagai pihak, mulai tenaga kesehatan (Nakes), termasuk TNI/Polri dalam memberikan edukasi dan literasi kepada masyarakat dalam hal ini juga diapresiasi. Pun juga dalam memberikan pendampingan psikologis kepada pasien maupun keluarga pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

“Teman-teman tenaga kesehatan (nakes), pihak kelurahan, kecamatan dan TNI/Polri, tenaga psikolog sudah maksimal memberikan informasi kepada masyarakat bahwa perawatan di isoter bisa membantu memutus mata rantai penularan Covid-19. Mereka sangat membantu sekali. Pelan-pelan, semua akan dipindahkan ke isoter," pungkasnya.

Topik
wawali malangfasilitas isoterCovid 19 Kota Malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru