2 Spesies Jamur Punya Potensi Cegah Covid-19 di Masa Depan, Berikut Penjelasan Ahli

Aug 26, 2021 09:19
Ilustrasi (Foto:Healthline)
Ilustrasi (Foto:Healthline)

JATIMTIMES - Sebuah senyawa mirip steroid yang ditemukan pada dua jamur endemik Taiwan disebut berpotensi menghambat reseptor sel inang untuk sindrom pernapasan akut parah akibat virus covid-19. Senyawa itu juga disebut dengan antcin.

Dilansir melalui News Medical, penelitian ini dilakukan terhadap jamur Antrodia Cinnamomea dan Antrodia Salmonea. Keduanya adalah jamur endemik Taiwan yang memiliki banyak aktivitas farmakologis. 

Antrodia Cinnamomea dan Antrodia Salmonea disebut berpotensi untuk mencegah infeksi dan perkembangan covid-19 sebagai tanaman obat. Kendati demikian, efek ganda dari vaksin dan obat memang dibutuhkan dalam mengatasi pandemi covid-19. 

Obat diperlukan untuk membantu mencegah dan memperlambat infeksi virus tersebut. Penelitian tentang jamur Antrodia Cinnamomea dan Antrodia Salmonea ini dilakukan oleh sekelompok ilmuwan dari National Chung Hsing University, Taiwan.

Para ilmuwan itu meneliti efek menghambat yang dilakukan senyawa antcin pada kedua jamur tersebut pada reseptor ACE2. Reseptor ACE2 merupakan enzim pengubah angiotensin 2, yang merupakan reseptor permukaan sel inang yang digunakan virus covid-19 untuk mulai menginfeksi.

Riset ini bertujuan untuk menilai sifat 99% murni antcin-A, antcin-B, antcin-C, antcin-H, antcin I, dan antcin-M. Dari penelitian tersebut ditemukan, terkecuali antcin-M, semua antcin menunjukkan efek menghambat yang signifikan pada aktivitas ACE2.

Ditemukan pula penurunan kuat aktivitas ACE2 di dalam sel HT-29 saat menggunakan antcin-A, antcin-B, antcin-C dan antcin-I. Hasil yang moderat juga ditemukan saat sel diobati dengan antcin-H.

Seluruh antcin ini teruji menghambat ekspresi messenger RNA atau mRNA, baik ACE2 maupun TMPRSS2. Yang terakhir adalah protein permukaan sel endotel yang terlibat dalam masuknya virus dan penyebaran virus corona dalam sel HT-29.

Kemampuan menghambat ekspresi ACE2 dan TMPRSS2 itu menyiratkan strategi yang layak dalam pencegahan dan pengobatan virus yang pertama ditemukan di Wuhan, China, tersebut. Pasalnya, dari penelitian ini tampak keberhasilan dalam menghentikan salah satu segmen penting dalam proses penularan manusia ke manusia.

Para peneliti asal Taiwan tersebut menggarisbawahi bahwa semua temuan itu harus dilihat dengan ketat sebagai langkah awal. Sehingga, kini masih belum memungkinkan untuk mengklaim antcin sebagai obat covid-19.

Kendati demikian, penelitian pada kedua jamur ini menghasilkan sesuatu yang menjanjikan.  Disebutkan jika senyawa antcin tersebut mungkin menjadi tambahan penting dalam melawan virus covid-19 di kemudian hari.

 

Topik
Jamur anti covid 19Kapolresta Budi Hermantotemuan obat covid 19
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru