Dewan Optimis 1,8 Juta Masyarakat Sudah Divaksin hingga Akhir 2021

Aug 25, 2021 21:17
Ketua DPRD Kabupaten Malang, Darmadi.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Ketua DPRD Kabupaten Malang, Darmadi.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang Darmadi, optimis bahwa 1,8 juta masyarakat Kabupaten Malang telah divaksin hingga akhir tahun 2021. Ia menyebut, hingga saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang juga masih fokus agar target tersebut bisa segera tercapai. Terutama melalui organisasi perangkat daerah (OPD) yang juga berperan langsung dalam penanganan Covid-19. 

Saat ini, vaksinasi juga masih terus dilakukan. Menurut Darmadi, sasarannya agar langsung dapat menyentuh masyarakat. Sehingga mekanisme yang selama ini sudah dilakukan akan diterus dan digerakkan lebih massif. 

"Akan kita lakukan secara reguler, seperti tahun lalu. Di tingkat desa, kecamatan dan secara masif. Dan target kita memang sampai dengan akhir 2021 ini, 1,8 juta penduduk Kabupaten Malang harus sudah divaksinasi. Dan kita harus optimis," ujar Darmadi, Rabu (25/8/2021).

Ia meyakini hal tersebut, sebab pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang juga telah menunjukan road map tentang proses, mekanisme dan capaian vaksinasi di Kabupaten Malang. Apalagi, ia memastikan dukungan dari ketersediaan anggaran. 

"Anggaran untuk vaksinasi, kemarin yang sudah dianggarkan melalui program dan kegiatan dari Dinas Kesehatan itu ada kalau tidak salah Rp 94 miliar. Itu akan diserap untuk berbagai komponen yang ada di sana. Baik untuk vaksinator, operasional dan lain sebagainya. Itu murni APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah)," terang Darmadi. 

Sayangnya, hingga saat ini, capaian vaksinasi di Kabupaten Malang masih terbilang rendah. Yakni masih mencapai 16 persen. Hal tersebut juga menyebabkan serapan anggaran untuk penanganan Covid-19 juga rendah. Hingga saat ini, dari anggaran penanganan Covid-19 yang dialokasikan Rp 124 miliar, baru terserap sekitar 27,88 persen. Atau masih sebesar Rp 34 miliar.

Sementara itu, dari informasi yang dihimpun, salah satu kendala yang disebut menyebabkan vaksinasi di Kabupaten Malang masih rendah adalah stok vaksin yang juga terbatas. Sedangkan, hingga saat ini capaian vaksinasi sudah hampir 100 persen bagi kalangan PNS, Guru termasuk TNI dan Polri.

"Secara umum sudah hampir semua ya, untuk PNS, Guru, Nakes (tenaga kesehatan) termasuk TNI-Polri. Mungkin yang belum karena memang kondisi kesehatannya yang tidak memungkinkan untuk divaksin," pungkas Darmadi.

Topik
vaksinasi kabupaten malangporprov 2022 di LumajangDPRD Kabupaten Malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru