Lakukan Perempesan Pohon, DLH Kota Malang: Pasti Kami Survei Dulu

Aug 25, 2021 19:33
Tim DLH Kota Malang saat melakukan perempesan pohon di Jalan Semeru (foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)
Tim DLH Kota Malang saat melakukan perempesan pohon di Jalan Semeru (foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang melakukan perempesan pohon yang ada di Jalan Semeru, Rabu (25/8/2021). Hal itu karena ada laporan dari masyarakat, terdapat pohon yang menjorok ke dalam dan hampir menutup bagian atas salah satu rumah warga.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Wahyu Setianto mengatakan, pihaknya mendapat laporan warga tentang pohon yang menjorok ke dalam hingga hampir menutupi bagian atas rumah warga. Oleh karena itu, tim survei diturunkan untuk melihat pohon yang ada di Jalan Semeru tersebut.

“Hari ini ada laporan dari masyarakat bahwa ada pohon besar sudah menjorok ke dalam, tapi pohon itu masih sehat, sehingga sama teman-teman itu dilakukan perempesan untuk mengurangi beban. Tapi pohon tetap berdiri,” kata Wahyu.

Disinggung mengenai banyaknya masyarakat yang meminta adanya perempesan pohon, Wahyu mengaku tidak mudah untuk melakukannya. Hal itu karena ada tim survei yang akan melihat dulu kondisi pohon yang dikeluhkan tersebut.

“Banyak masyarakat yang meminta, ingin melakukan pengeprasan, tapi kami sampaikan tidak semudah itu, karena kami punya tim survei dan itu jadi acuan kami,” ungkap Wahyu.

Selain di Jalan Semeru, tim dari DLH Kota Malang juga menyisir di sekitar pembangunan Malang Creative Center (MCC). Di situ karena terdapat beberapa yang sementara harus dibongkar untuk pembangunan. Akan tetapi Wahyu menegaskan bahwa nantinya setelah pembangunan tersebut, pohon tersebut akan ditanam kembali.

“Nah itu pas gorong-gorong itu kalau tidak salah ada sekitar 10 pohon itu harus dipotong, tapi kami tidak langsung karena itu jalan raya. Sehingga kami akan koordinasi dengan Dishub dan Polresta Malang Kota. Tapi setelah gorong-gorong selesai, itu langsung kami tanami lagi,” ungkap Wahyu.

Selain itu, pemborong yang membangun MCC tersebut, dikatakan Wahyu, akan mengganti pohon yang dibongkar tersebut. “Kemudian dari pihak pemborong juga harus mengganti juga, karena tanaman ini kan dibongkar karena ada pengerjaan proyek, termasuk yang di Jonge (velodrome),” papar Wahyu.

Menurut Wahyu, pohon yang ada di Kota Malang harus diselamatkan. Meski ada pembangunan proyek atau apapun. “Kegiatan yang sifatnya terkait pohon itu perlu diselamatkan, tapi nanti akan diganti lagi,” tukasnya.

Topik
DLH Kota Malangkasus jambret blitarberita kota malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru