Kota Malang Perkuat Penanganan Covid-19 melalui Rumah Ibadah Bergerak

Aug 24, 2021 17:06
Wali Kota Malang Sutiaji (tengah) saat rapat koordinasi dengan Tim Rumah Ibadah Bergerak di Gazebo Balai Kota Malang, Selasa (24/8/2021). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Wali Kota Malang Sutiaji (tengah) saat rapat koordinasi dengan Tim Rumah Ibadah Bergerak di Gazebo Balai Kota Malang, Selasa (24/8/2021). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Tempat ibadah kini menunjukkan gerakan nyata untuk terlibat dalam penanganan covid-19. Di Kota Malang, inisiasi itu hadir dari berbagai aktivis dan tokoh masyarakat dalam program Rumah Ibadah Bergerak.

Langkah ini cukup mendapat perhatian dan apresiasi serius dari Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Pasalnya, tempat ibadah -baik itu masjid, gereja, wihara, dan lainnya, seakan dianggap menjadi salah satu tempat penyebaran covid-19.

Namun, seiring dengan perkembangan penanganan kasus covid-19 di Kota Malang, rumah ibadah perlahan akan kembali difungsikan sebagaimana mestinya. Meski, tetap dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Hal ini dibahas bersama dalam rakor (rapat koordinasi) tim Rumah Ibadah Bergerak yang digelar di Gazebo Balai Kota Malang, Selasa (24/8/2021). "Karena selama ini tempat ibadah seakan berhenti, seakan menjadi tempat penyebaran covid-19. Justru tempat ibadah, masjid dan lainnya akan menjadi penajaman dalam memberikan edukasi tentang covid-19," ujar Wali Kota Malang, Sutiaji.

Menurut dia, dengan dukungan para ulama dan tokoh agama di Kota Malang, Rumah Ibadah Bergerak akan semakin optimal. 

Langkah ini juga menyusul nantinya jika Kota Malang sudah bisa kembali membuka tempat ibadah. Setiap tempat ibadah akan diizinkan beroperasional kembali dengan ketentuan dan standart operational procedure (SOP) pencegahan covid-19.

"Insya Allah kita siapkan. Harapannya, nanti kalau sudah dibolehkan dibuka, jangan sampai kita euforia. Tetap kalau masjid buka, gereja buka, tetap pakai protokol kesehatan. Di Rumah Ibadah Bergerak ini, bagian dari ikhtiar kita bersama," ungkapnya.

Sehingga, tempat ibadah menjadi berdaya dan turut mendukung penanganan covid-19. Tempat ibadah juga memberikan edukasi dan literasi kepada masyarakat, termasuk dalam hal vaksinasi.

"Masjid sudah berdaya, tempat ibadah berdaya, gereja, wihara dan semuanya tetap mereka bisa mengondisikan masyarakatnya. Salah satu masjid, lingkungannya enggan vaksin, sekarang berbondong-bondong mau. Sehingga diberikan literasi berkaitan dengan masalah jaga diri," sambung Sutiaji.

Lebih jauh, Ketua Tim Pertimbangan Percepatan Pembangunan Daerah Kota Malang sekaligus pengasuh  Ponpes Baghrul Maghfiroh Prof Dr Muhammad Bisri menambahkan, program Rumah Ibadah Bergerak ini mengajak dan memberikan edukasi kepada masyarakat untuk mandiri menjalankan kesehatan.

"Nanti SOP kita berikan. Yang paling penting itu masyarakat tahu itu covid-19 dan bagaimana mencegahnya. Namun, pendekatan dari sisi agama juga dilakukan. Ikhtiar duniawi dan doa," jelasnya.

Salah satu langkah yang akan dilakukan, misalnya dengan rutin mengumpulkan masyarakat untuk ngaji covid. Dalam hal ini bisa dilakukan setiap satu bulan sekali dengan kapasitas 25 orang dan taat peotokol kesehatan. Di sinilah, kemudian masyarakat diberikan pemahaman tentang covid-19, pencegahan, hingga pembagian bantuan, ataupun prebiotik untuk meningkatkan imunitas.

"Nanti diterapkan di seluruh masjid, supaya masjid ini menjadi tempat bergeraknya. Membantu pemerintah menangani covid-19. Bukan lagi masjid diam. Banyak yang bisa disalurkan di tempat ibadah," ucap Bisri.

Sebagai informasi, konsep Rumah Ibadah Bergerak ini digawangi oleh beberapa aktivis sosial di Kota Malang. Di antaranya, Soetopo Dewanggo, Laily Fitriyah Liza Min Nelly, Koordinatir Pengaduan Pelayanan Publik Malang Raya Sudarno, serta Direktur JatimTimes Lazuardi Firdaus.

Gerakan ini juga mendapat dukungan penuh dari Koordinatir Lira Malang Raya Muhammad Zuhdy Achmadi, akademisi UIN Maulana Malik Ibrahim Zaenal Habib, CEO Tugu Jatim Irham Thoriq, pengusaha Agus Susanto, ulama dan tokoh agama di Kota Malang, serta  pejabat publik lainnya.

Topik
Rumah Ibadah Lawan Covid 19nur wakhidunPercepatan Penanganan Covid 19
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru