Menteri Investasi Bahlil Beri Motivasi Maba FEB UB, Ceritakan Masa Lalu di Kampus

Aug 24, 2021 17:07
Menteri Investasi RI dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI Bahlil Lahadalia (kiri) dan Ketua IKA UB Ahmad Erani Yustika saat memberikan kuliah tamu kepada Mahasiswa Baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya secara virtual, Senin (23/8/2021). (Foto: Istimewa)
Menteri Investasi RI dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI Bahlil Lahadalia (kiri) dan Ketua IKA UB Ahmad Erani Yustika saat memberikan kuliah tamu kepada Mahasiswa Baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya secara virtual, Senin (23/8/2021). (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES- Menteri Investasi RI dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI Bahlil Lahadalia hadir dalam kuliah tamu perdana yang digelar oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya (UB) untuk para mahasiswa baru (maba) angkatan 2021/2022. 

Dalan kuliah tamu perdananya tersebut, Bahlil menceritakan masa lalunya yang penuh dengan lika-liku kehidupan. Mulai dari dirinya yang lahir bukan dari keluarga berada dan hidup susah. Ayahnya seorang kuli bangunan, sedangkan sang ibu bekerja menjadi buruh cuci. 

Namun, pria yang sempat menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) periode 2015-2019 ini bercerita bahwa dirinya tidak berputus asa. 

Malahan Bahlil mengatakan bahwa dengan semangat menggelora dan tekad yang kuat, dirinya juga sempat menjadi sopir angkutan kota hingga berjualan koran. 

Hal itu pula yang membuat pria asal Maluku dan besar di Papua ini bisa berkuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay. Saat berkuliah ini, Bahlil juga mengatakan bahwa dirinya juga aktif di organisasi kemahasiswaan yakni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Dengan modal semangat dan jejaring yang dia bangun sejak muda, Bahlil membuka usaha sendiri. Hingga akhirnya, pria yang juga sempat terdaftar sebagai Pengurus Besar (PB) HMI itu sukses sebagai pengusaha dan memiliki 10 perusahaan.

"Nggak perlu malu, yang mungkin hidupnya terbatas, nggak boleh malu dengan temannya yang kaya. Yang kaya itu bapak ibunya. Tetapi kalian sesama teman itu setara. Kalian pasti bisa," ungkapnya kepada para maba FEB UB secara virtual melalui aplikasi zoom. 

Maka dari itu, dirinya menegaskan bahwa semuanya tidak ada yang tidak mungkin. Apalagi bagi mahasiswa dari kampus prestisius seperti FEB UB. 

"Kalau saya saja bisa, saya yakin dari anda-anda ini akan muncul pemimpin. Di antara anda akan ada yang masa depannya akan berkiprah di bidang ekonomi nasional," ujarnya. 

Sementara itu, Ketua Ikatan Alumni UB Prof Ahmad Erani Yustika yang juga sekaligus alumnus Fakultas Ekonomi UB mengatakan bahwa mahasiswa pada era sekarang beruntung. "Zaman saya maba, belum dapat kesempatan dapat inspirasi dari Pak Menteri seperti kalian sekarang," ujarnya. 

Dirinya pun berharap agar para mahasiswa FEB UB dapat memanfaatkan ilmu dari kuliah tamu perdana dari Menteri Investasi RI dan Kepala BKPM RI dengan sebaik-baiknya. 

"Betapa keberhasilan adalah kombinasi kegigihan, nyali dan tentu saja kerja keras dalam belajar. Apapun keterbatasan tidak akan menghalangi sukses," terangnya. 

Sementara itu, Wakil Rektor I UB Bidang Akademik Prof Dr Aulanni'am drh DES, meminta agar para mahasiswa baru FEB UB untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin.

"Pesan dari Pak Rektor, manfaatkan kesempatan yang ada, supaya bisa lulus tepat waktu. FEB UB tidak salah menjadi pilihan anda. Karena, FEB UB mengantongi banyak akreditasi internasional," tuturnya. 

Pihaknya juga menegaskan bahwa UB telah menerapkan kurikulum merdeka belajar dengan fasilitasi dari masing-masing fakultas. Dengan kekuatan tenaga 2.500 dosen serta tenaga pendidik sekitar 2.000 orang, UB melayani 69 ribu mahasiswa.

"Dengan kondisi covid ini saya berpesan, tetap semangat beraktivitas positif dalam masa pandemi. Perhatikan selalu protokol kesehatan," pungkasnya.

Topik
babi ngepetBantu penanganan covid
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru