Rumah Ibadah Bergerak Dapat Dukungan Penuh Ulama Kota Malang

Aug 24, 2021 17:04
Sederet ulama dan tokoh agama dalam pemberian dukungan terhadap program Rumah Ibadah Bergerak. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Sederet ulama dan tokoh agama dalam pemberian dukungan terhadap program Rumah Ibadah Bergerak. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES- Program Rumah Ibadah Bergerak bertajuk 'Masjid Peduli Covid-19' yang diinisiasi oleh tokoh-tokoh masyarakat bersama JatimTIMES terus menunjukkan aksi nyata. Beragam dukungan pun terus berdatangan dari berbagai pihak.

Para ulama dan tokoh agama di Kota Malang mendukung penuh gerakan penanganan Covid-19 di lingkup sekitar masyarakat melalui tempat-tempat ibadah. Hal itu terpotret dalam agenda Rapat Koordinasi Rumah Ibadah Bergerak di Gazebo Balai Kota Malang, Selasa (23/8/2021).

Salah satu Inisiator Rumah Ibadah Bergerak, Soetopo Dewanggo mengatakan, hal yang melatar belalangi program ini berawal dari situasi pandemi Covid-19 yang belum usai. Adanya tempat ibadah yang kini tengah ditutup, menjadikan dirinya beserta tokoh masyarakat lainnya tergerak untuk membuat Rumah Ibadah Bergerak.

"Kami berinisiasi dalam Penanganan Covid-19 melalui Rumah Ibadah Bergerak. Kami memberikan solusi, namun tetap mempertimbangkan manajamen risiko di rumah ibadah," ujarnya.

Dalam hal ini, melalui Rumah Ibadah Bergerak, menurutnya, masyarakat akan ikut serta terlibat dalam menanggulangi Covid-19 setidaknya di lingkungannya masing-masing. Misalnya, berkaitan dengan proses pemulasaraan jenazah yang semula bertumpu pada tenaga medis, nantinya akan bisa dilakukan oleh masyarakat.

Tentunya, dengan pembinaan pun juga dengan Standart Operational Procedure (SOP) yang tepat. Termasuk, upaya pencegahan penyebaran Covid-19 lainnya, hingga berkaitan dengan pemberian bantuan sosial kepada sesama.

"Memadukan tindakan medis dan non medis. Misal, pemusalaraan yang selama ini dilakukan tim medis, pendekatan menyeluruh apa saja yang harus dilakukan masyarakat. Baik dalam rangka pencegahan, penyelamatan, yang terdampak medis dan terdampak ekonomi," jelasnya.

Sementara itu, mantan rektor Universitas Brawijaya (UB) yang juga pengasuh Ponpes Baghrul Magfiroh Prof. Muhammad Bisri, menambahkan, hal ini bagian dari jalan tengah untuk mengatasi persoalan di masyarakat yang juga mengharapkan tempat ibadah bisa dijalanlan kembali.

Sehingga, Rumah Ibadah Bergerak ini dijalankan sebagai salah satu upaya penanganan Covid-19 menggaet seluruh jemaah masjid hingga masyarakat di sekitarnya secara mandiri.

"Konsepnya itu kemandirian kesehatan. Masyarakat diajari untuk mandiri kesehatan penanganan Covid-19. Ketika sudah tahu caranya, akan paham menghadapi itu. Misal, 1 RW sehat semua maka berjemaah pun lebih nyaman," terangnya.

Adapun, kegiatan ini didukung penuh oleh para ulama. Di antaranya, Ketua Forum Ukuwah Antar Takmir (FUAT-Malang) Heru pamungkas. Kemudian, Sekretaris DPD Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Malang sekaligus Sekretaris PCNU Kota Malang Mahmudi Muchid. Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Taufik Kusuma, Ketua Rois Syuriah Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Kota Malang KH Chamzawi, Wakil Ketua PD Muhammadiyah Abdurrohim Sa'id.

Seperti diketahui, Program Rumah Ibadah Bergerak ini merupakan gerakan dalam membangun kesadaran untuk menghadapi Covid-19 yang sudah banyak memakan korban jiwa. Yakni, dengan menjadikan tempat ibadah sebagai subyek dalam mengatasi pandemi.

Mulai dari membangun kesadaran masyarakat untuk menegakkan protokol kesehatan (prokes), memberdayakan ekonomi warga, hingga mengatasi problem kesehatan warga sekitar tempat ibadah.  

Munculnya konsep memberdayakan masjid ini digawangi serta diinisiasi oleh beberapa aktivis sosial di Malang. Yakni mantan rektor Universitas Brawijaya (UB) yang juga pengasuh Ponpes Bahrul Magfiroh Prof. Muhammad Bisri, Soetopo Dewanggo, Laily Fitriyah Liza Min Nelly, Koordinator Pengaduan Pelayanan Publik Malang Raya Sudarno, serta Direktur JatimTimes Lazuardi Firdaus.  

Gerakan memberdayakan masjid ini juga mendapat dukungan berbagai pihak, seperti Koordinator Lira Malang Raya Muhammad Zuhdy Achmadi, akademisi UIN Maulana Malik Ibrahim Zaenal Habib, pengusaha Agus Susanto dan beberapa tokoh pejabat lainnya.

Topik
Rumah Ibadah Lawan Covid 19koramil jogorojomuhammad bisrimaba feb ub
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru