China Menjadi Negara Pertama yang Berhasil Redam Covid-19 Varian Delta

Aug 24, 2021 12:53
Ilustrasi (Foto: BBC)
Ilustrasi (Foto: BBC)

INDONESIATIMES -China diklaim menjadi negara pertama yang dianggap berhasil meredam Covid-19 varian delta, dengan tidak adanya laporan penularan kasus sejak bulan Juli 2021 lalu. Diketahui, pada Senin (23/8/2021), China mencatat terdapat 21 kasus impor lokal dan nol infeksi bergejala yang ditularkan secara lokal. 

Laporan tersebut menjadi pertama kalinya, tidak ada kasus lokal sejak 16 Juli. Melansir melalui CNN Internasional, menurut Lembaga Nasional Kesehatan China (NHC), negara tersebut juga melaporkan 16 kasus tanpa gejala, yang seluruhnya berasal dari kasus impor.

Jika tren itu berlanjut, China bisa menjadi negara pertama di dunia yang mampu untuk mengendalikan varian Delta. Sebelumnya, negara tersebut juga mengalami lonjakan kasus Covid-19 akibat merebaknya varian Delta pada 20 Juli, saat klaster terdeteksi di kalangan staf bandara di Nanjing.

Sejak itu, virus menyebar ke lebih dari 31 provinsi dan menginfeksi 1.200 orang. Lonjakan kasus yang dipicu varian Delta itu menjadi tantangan terbesar bagi China. 

Pejabat lokal di China lantas menerapkan penutupan wilayah, menggelar pengujian massal dan mengintensifkan pelacakan serta membatasi perjalanan domestik sebagai respons atas meluasnya varian tersebut. Sejumlah upaya yang dilakukan itu tampaknya berhasil. 

Infeksi harian dilaporkan terus menurun selama 1 pekan terakhir, dengan angka yang berkisar di puluhan. Padahal 2 minggu sebelumnya, kasus harian mencapai lebih dari 100.

China sendiri merupakan negara yang menerapkan perhitungan terpisah antara kasus yang bergejala, tanpa gejala dan tidak menyertakan pembawa virus tanpa gejala dalam perhitungan resmi kasus yang dikonfirmasi. China juga menjadi salah 1 negara yang berupaya semaksimal mungkin untuk menahan laju penyebaran virus corona di wilayahnya.

Pihak berwenang menutup perbatasan untuk hampir semua orang asing, memberlakukan karantina ketat untuk pendatang yang tiba di China, menetapkan penutupan wilayah, melakukan tes massal, hingga mengintensifkan pelacakan kontak. Lebih dari setahun upaya tersebut sebagian berhasil membuat kasus Covid-19 di China mendekati nol.

Sayangnya, akibat merebaknya varian Delta, membuat pemerintah China memutar otak untuk menerapkan aturan yang betul-betul bisa mengurangi penyebaran varian itu.

China, tampaknya dengan tegas berpegang teguh pada pendekatan nol Covid-19. Negara ini juga terus meningkatkan upaya vaksinasi.

Pada Minggu (22/8/2021), China telah menyuntikkan 1,94 miliar dosis vaksin buatannya. Menurut NHC, lebih dari 135 dosis telah diberikan kepada per 100 orang, rasio yang lebih tinggi dari Inggris dan Amerika Serikat (AS). 

Topik
Chinaklaser bangkalanCovid di Jombang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru