Dilihat dari Perspektif Psikologi, Anak Siswoyo yakni Ilham Miliki Resiliensi Tinggi

Aug 24, 2021 07:15
Dosen Psikologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, Akhmad Mukhlis. (Foto: Dok. Pribadi)
Dosen Psikologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, Akhmad Mukhlis. (Foto: Dok. Pribadi)

MALANGTIMES - Terkait peristiwa yang menimpa Siswoyo (49) warga Jalan Raya Tlogomas Nomor 83, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang terus menuai perhatian masyarakat.

Salah satu yang menjadi sorotan masyarakat yakni terkait beredarnya informasi yang menyebutkan perilaku anak Siswoyo yaitu Muhammad Ilham (10). Di mana dalam beberapa poin informasi yang beredar, terkesan memberikan penilaian buruk terhadap Ilham yang masih berusia 10 tahun.

Mengenai permasalahan ini, Dosen Psikologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang yakni Akhmad Mukhlis juga memberikan tanggapan.

Akhmad mengatakan, berdasarkan informasi yang beredar sejak awal dan dilihat dari perspektif psikologi, Muhammad Ilham merupakan anak efikasi diri dan resiliensi yang tinggi. "Ini posisi jatuh banget dan bagi saya anak ini justru anak yang hebat, punya resiliensi yang tinggi dan efikasinya bagus," ungkapnya kepada MalangTIMES.com, Senin (23/8/2021).

Efikasi diri dalam perspektif Psikologi mengacu pada kepercayaan individu akan kemampuannya untuk sukses dalam melakukan sesuatu. Sedangkan resiliensi merupakan kemampuan umum yang melibatkan kemampuan penyesuaian diri yang tinggi dan luwes saat dihadapkan pada tekanan internal maupun eksternal.

Dirinya pun menilai, Ilham memiliki resiliensi yang tinggi karena dalam kondisi ibunya yang meninggal dunia pada Bulan Desember 2020 lalu, kemudian sekitar tiga minggu lalu di Bulan Juli 2021 Siswoyo terbaring lemas tidak dapat beraktivitas normal dan adiknya bernama Muhammad Rizky (4) yang merupakan difabel, Ilham merupakan anak yang kuat.

Selain itu, Akhmad juga menjelaskan bahwa kondisi Ilham yang saat ini berusia 10 tahun tersebut, merupakan masa-masa terakhir sebagai anak. "Anak di usia 8 sampai 11 tahun itu anak di tahapan akhir, sebelum menginjak masa remaja di usia 12 tahun," terangnya.

Dalam kondisi seperti itu, anak seusia Ilham mulai mengetahui siapa dirinya, mulai mengembangkan sesuatu yang berkaitan dengan dirinya dan juga sudah memiliki kemampuan untuk memahami posisi orang lain.

"Contohnya begini, saya jatuh kesakitan, anak-anak seusia segini itu sudah tahu oh ternyata jatuh itu sakit, dan dia bisa bersimpati atau berempati," ujarnya.

Lalu berkaitan dengan informasi yang menyebar dan menyebutkan Ilham seringkali bermain di Terminal Landungsari, Akhmad menganggap bahwa hal itu keren di usia Ilham yang masih 10 tahun. Terlebih lagi letak rumah Ilham yang berada dua rumah dari pintu Terminal Landungsari membuat dirinya juga tidak terlalu jauh jika bermain.

"Anak usia segitu dan dalam kondisi yang sulit seperti itu, dia tidak membuat kegaduhan, tapi malah nyari teman bermain, masih bisa bermain layang-layang," tuturnya.

Kemudian terkait informasi yang menyebutkan bahwa Ilham merupakan anak nakal dan sudah memiliki kemampuan bermain kata-kata, Akhmad menganggap informasi-informasi tersebut sangat tendensius sekali.

Dalam perspektif Psikologi tidak pernah mendefinisikan anak itu nakal atau tidak. Yang ada anak itu lebih pada mengembangkan sikap pro sosial atau mentaati peraturan sosial, ataupun asosial yang berarti kerap kali melawan aturan-aturan sosial.

Menurutnya, dalam pemberitaan dan informasi yang beredar luas juga tidak ada yang menyebutkan bahwa Ilham ini melakukan tindakan asosial. Lantas, Akhmad pun bertanya-tanya mengapa sampai dikategorikan nakal.

"Ini bahaya, wong sudah diberikan perlakuan bagus, dukungan sosialnya awalnya sudah bagus, kemudian opini digiring ke arah (tidal baik, red), saya sih membaca berita yang terakhir seolah-olah ayo kita cabut dukungan sosialnya. Ini kan kasihan," tuturnya.

"Jangan malah nuduh anak ini nakal, harusnya memberikan pendampingan, bukannya nuduh anak nakal. Kalau saya lihat di tatanan berita, Ilham ini kalau berbicara tentang pengaturan emosinya di atas rata-rata," imbuhnya.

Lalu terkait informasi yang menyebutkan bahwa Ilham sempat menerima uang donasi yang sebagian dari uang tersebut digunakan untuk membeli mainan, Akhmad pun tidak menyalahkan hal tersebut.

"Terkait bantuan itu dalam beberapa berita dianggap dipakai beli mainan, masalahnya dimana? Nggak ada masalah kan. Anak seusia segitu dikasih uang, dipakai beli mainan itu normal. Ini anak-anak, bukan orang dewasa," terangnya.

Kemudian jika terdapat anggapan bahwa Ilham beberapa kali sengaja menggoda adiknya agar menangis untuk mendapatkan belas kasihan dari masyarakat yang melintas dengan memberikan uang, yang menyebabkan Ilham melakukan hal serupa, menurut Akhmad itu bukan kesalahan Ilham.

"Masyarakat yang iba harusnya memberikan pengertian dan pendampingan kepada Ilham bahwa tidak boleh menggoda adiknya hingga menangis untuk mendapatkan uang," tuturnya.

Sementara itu, dalam perspektif Psikologi dirinya juga menyayangkan dalam beberapa pemberitaan terakhir yang menganggap bahwa informasi-informasi yang beredar merupakan kebenaran mutlak.

"Entah itu informasinya beberapa fakta, tapi itu dianggap fakta mutlak yang kemudian semoga saja anak ini nggak baca dan semoga saja tetangga-tetangganya kemudian tidak menarik perhatiannya, kemudian mengganti perhatian menjadi perhatian permusuhan," tandasnya.

Karena jika sampai perhatian yang selama ini telah diberikan oleh tetangga dan masyarakat di sekitar untuk memenuhi kebutuhan keluarga Siswoyo ini mulai beralih menjadi perhatian permusuhan, akan sangat merusak sekali.

"Makanya yang dilakukan masyarakat itu sudah sangat bagus membantu Ilham, jangan sampai dukungan-dukungan seperti itu berkurang. Yang ada hanya di level manajerialnya saja," pungkasnya.

Topik
Anak TerlantarPsikologi Anakkejiwaan anakPerkembangan Anakpreppy look
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru