Disdikbud Kota Malang Tegaskan Peran Penting Keluarga Dalam Tumbuh Kembang Anak Usia Dini

Aug 23, 2021 21:49
Ilustrasi parenting orang tua terhadap anak (Prenagen)
Ilustrasi parenting orang tua terhadap anak (Prenagen)

MALANGTIMES - Keluarga berperan penting dalam perkembangan anak usia dini. Terlebih lagi saat Pandemi Covid-19, peran keluarga dalam mendidik anak begitu sangat dibutuhkan. Sebab tanpa parenting dari orang tua, tentunya hal tersebut berpengaruh terhadap pertumbuhan sikap bahkan hingga tingkat kecerdasan anak.

Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Bid Paud dan Pendidikan Non Formal (PN), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Drs Budiono menegaskan hal tersebut. 

"Parenting ini sangat penting sekali," tegasnya saat ditemui beberapa waktu lalu diruangannya.

Pendidikan dasar anak, merupakan hal yang paling dasar yang itu harus diberikan oleh orang tua atau keluarga. Dengan peran keluarga, tentunya  hal tersebut juga turut akan merangsang pertumbuhan kecerdasan anak.

"Kecerdasan seorang anak terbentuk mulai dari nol sampai delapan tahun. Tapi sekitar 80 persen perkembangan otak itu itu di usia tiga sampai empat tahun. Yang 20 persen itu delapan sampai 18 tahun ," ungkapnya.

Setelah sisa 20 persen pertumbuhan kecerdasan pada usia delapan hingga 18 tahun, pada masa itu selanjutnya adalah masa-masa yang hanya dalam tahapan perbaikan atau melengkapi saja. 

"Pendidikan anak usia dini, mereka belajar, mencoba, mengamati, mereka belajar dari pengalaman," terangnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, pentingnya peran keluarga dalam tumbuh kembang anak masih ada saja masyarakat yang belum memahami hal tersebut. Jika begitu, tentu sikap maupun mental seorang anak akan terimbas lantaran kurangnya peran keluarga dalam mendidik. 

"Lebih baik invest (mendidik) pendidikan anak sejak dini, sehingga saat sudah pendidikan lanjut SD, SMP nggak bingung lagi (karena sikap dan perilaku telah terbentuk positif)," paparnya.

Akan tetapi, jika parenting dilakukan pada masa pendidikan lanjutan baik SD maupun SMP, tentunya hal tersebut kurang optimal. Sebab, seperti diketahui sebelumnya, jika usia golden age atau usia emas seorang anak dalam membentuk kecerdasan telah lewat.

"Misal nanti kalau sudah SD tak les kan, itu sudah keliru sekali. Golden age sudah tidak lagi," bebernya.

Karena itu, pihaknya berharap agar dalam tumbuh kembang seorang anak, keluarga atau orang tua benar-benar aktif. Sehingga, generasi yang akan datang bisa terbentuk generasi-generasi yang berkualitas. 

Topik
psikolog anakDinkes Kota Malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru