Dikunjungi Bupati Sanusi, Dokter Tiwi Tak Keberatan Metode Terapinya Diterapkan di Tempat Lain

Aug 23, 2021 17:03
Bupati Malang HM. Sanusi saat meninjau metode terapi uap yang dilakukan Dokter Tiwi di Safe House Rusunawa Kepanjen.(foto: Istimewa)
Bupati Malang HM. Sanusi saat meninjau metode terapi uap yang dilakukan Dokter Tiwi di Safe House Rusunawa Kepanjen.(foto: Istimewa)

MALANGTIMES - Terapi uap yang dilakukan oleh Dokter Yosephine Pratiwi, akhirnya diterapkan di tempat Isolasi di Safe House Rusunawa, Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu (21/8/2021) lalu. Ia bersama sejumlah tenaga kesehatan (nakes) nya, diboyong dari tempat praktiknya di Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso. Setidaknya, tercatat ada sebanyak 28 pasien yang diterapi oleh Dokter Tiwi di safe house. 

Dokter Tiwi mengaku bahwa ia diminta Pak Camat untuk melakukan terapi uap di Safe House Kepanjen. Yang meneruskan instruksi dari Bupati Malang, HM. Sanusi. 

"Awalnya diinformasikan pak Camat, bahwa saya diminta Bupati untuk melakukan terapi uap ke pasien di Safe House, dan memeriksa saturasi oksigen nya, bagi saya ini pertanda baik," ujar Dokter Tiwi, Senin (23/8/2021).

Sama seperti memberikan perawatan pada pasien di tempat praktiknya, selain memberi terapi uap, Dokter Tiwi juga memberikan edukasi terkait pola hidup sehat untuk menjaga imun. Terapi yang ia lakukan juga didesain di tempat terbuka, sama seperti di tempat praktiknya. Selain itu, ia juga memberikan sejumlah obat antivirus bagi sejumlah pasien. 

"Yang terpenting bagi pasien untuk mempercepat kesembuhannya harus makan dan minum banyak, diberikan obat antivirus, pasien tidak boleh stres agar stabil saturasinya," imbuhnya.

Dari pemeriksaannya hanya sekitar dua orang pasien yang mengalami saturasi oksigen rendah yakni 87 hingga 90. Tiwi yang berkeinginan kuat agar metodenya diadopsi merasa senang lantaran dirinya diberi kesempatan mengobati pasien karantina. Baginya ini merupakan pertanda positif bahwa metodenya mulai diterima di masyarakat. 

Bupati Malang, H.M.Sanusi juga sempat meninjau pelaksanaan terapi uap dokter tiwi secara langsung di Safe House. Dalam kesempatan itu sejumlah tenaga kesehatan yang bertugas di Safe House mendapat pengarahan dari Dokter Tiwi tentang terapi uap temuannya.

"Kedepan kalau jumlah pasiennya banyak, saya dipanggil lagi, kalau tidak, pasiennya yang dibawa ke Karangploso. Sampai nakesnya bisa menerapkan, kalau sekarang perawat di Safe House ini sudah paham semua dan tinggal menunggu fasilitas alat dari dinkes," terang Dokter asal Jombang Jawa Timur ini. 

Informasi yang dihimpun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) akan memfasilitasi terapi uap tersebut, agar dapat digunakan sewaktu-waktu si Rusunawa. 

"Sepertinya sudah ada lampu hijau, semoga saja, kalau sekarang sudah dipanggil paling tidak berarti sudah disetujui," ujarnya dengan yakin. 

Sedangkan Dokter Tiwi juga berharap agar metodenya, segera mendapat respon positif dan dapat diikuti untuk diterapkan di tempat lainnya. Dirinya juga merasa tidak keberatan jika metode terapinya tersebut nanti digunakan di banyak tempat. 

"Ya kan memang tak bagi-bagikan gratis (metode terapi uap). Biar orang lain dapat tertolong dan sembuh," pungkasnya. 

Sementara itu, hingga saat ini, dari catatannya sudah ada ratusan pasien Covid-19 yang telah disembuhkan lewat terapi uap Dokter Tiwi. 

Topik
disabilitas kota blitarBupati Malang Sanusisertifikat aset pemda
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru