74 Ribu Warga Kabupaten Malang Belum Punya Akses Sanitasi Layak

Aug 23, 2021 16:26
Kepala Bappeda Kabupaten Malang, Tomie Herawanto.(Foto: Riski Wiayanto/MalangTIMES).
Kepala Bappeda Kabupaten Malang, Tomie Herawanto.(Foto: Riski Wiayanto/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Sebanyak 74 ribu warga Kabupaten Malang yang tersebar di 240 desa tercatat belum memiliki akses atau fasilitas sanitasi yang memenuhi syarat kesehatan. Hal ini tentu berisiko menimbulkan penyakit seperti diare, kulit, kolera, hepatitis. Bahkan dapat berujung pada stunting. 

Hal ini teryata juga menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang, Tomie Herawanto menyebut, saat ini sejumlah wilayah di Kabupaten Malang tengah menjadi prioritas perhatian. Hal tersebut lantaran masih kurang terpenuhinya akses sanitasi yang memadai. 

"Di Kabupaten Malang, beberapa wilayah masih menjadi perhatian karena masih belum terpenuhi itu. Juga masih ada kebiasaan buang air besar disungai," ujar Tomie, Senin (23/8/2021).

Tomie menyebut bahwa merubah perilaku atau kebiasaan masyarakat untuk tidak buang air di sungai, dinilai lebih penting dan efektif untuk dilakukan. Jika dibanding dengan harus menghitung berapa jumlah berapa banyak masyarakat yang tidak memiliki fasilitas sanitasi. 

"Jadi tidak penting berapa jumlah yang tak punya MCK, tapi yang tidak kalah penting adalah bagaimana bisa merubah perilaku tersebut. Mungkin dia sudah punya MCK tapi kebiasaan perakunya makanya ini menjadi perhatian kami," terangnya.

Akses sanitasi menjadi kebutuhan dasar yang sangat penting untuk dipenuhi. Menurutnya, kemampuan pemenuhan akses sanitasi juga dapat menjadi indikator kemiskinan. 

"MCK menjadi bagian, ukuran atau indikator dari kemiskinan. Jadi kalau orang atau keluarga belum memiliki MCK maka dia masuk kategori orang miskin," imbuhnya.

Selain itu, pihaknya juga mengatakan bahwa jika semakin diperkecil terkait sanitasi, saat ini di Kabupaten Malang masih ada sebanyak 26.020 KK yang masih belum memiliki jamban. Jika diprosentase, jumlah itu hanya sekitar 3,5 persen. Sementara itu, sudah ada 707.765 KK di Kabupaten Malang yang sudah memiliki jamban.

Dari data tersebut, mayoritas keluarga yang masih belum berada dalam lingkungan sanitasi yang baik berasal di daerah pelosok. Seperti Sumbermanjing Wetan, Gedangan, Bantur dan lain-lain. Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang akan membangunkan tempat mandi cuci kakus (MCK) bagi warga yang memang belum punya. 

"Kami menindaklanjuti dan menjadi sebuah keberlanjutan nanti kedepan. Polanya dengan melibatkan masyarakat sekitar, dengan pola padat Karya," pungkas Tomie.

Topik
Akses SanitasiBappeda Kabupaten MalangApartemen terkoneksi hotel bintang 4
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru