Kisah Relawan Anak Bangsa: Evakuasi Siswoyo tapi Berujung Stigma Negatif

Aug 23, 2021 16:07
Kondisi Siswoyo (49) ketika terbaring lemas di tempat tidurnya saat ditinjau oleh perwakilan Relawan Anak Bangsa, Jumat (20/8/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)
Kondisi Siswoyo (49) ketika terbaring lemas di tempat tidurnya saat ditinjau oleh perwakilan Relawan Anak Bangsa, Jumat (20/8/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Komunitas Relawan Anak Bangsa merupakan salah satu pihak yang membantu menangani dan mengevakuasi Siswoyo (49) untuk mendapatkan perawatan medis dengan dibawa menuju ke salah satu tempat praktek dokter. 

Ketua Relawan Anak Bangsa Yuning Kartikasari atau yang akrab disapa Yuyun kemudian menceritakan awal mula pihaknya hingga turun langsung melakukan evakuasi terhadap Siswoyo yang dimulai pada hari Minggu (15/8/2021) ketika menerima laporan dari rekannya. 

"Ini ada kasus seperti ini, anaknya sudah terlantar terus bermain kemana-mana termasuk ke terminal dengan kondisi bapaknya sakit seperti itu. Terus saya dikasih fotonya, ini enggak bisa jalan dan BAB (Buang Air Besar, red) nya keluar darah," ungkapnya kepada MalangTIMES.com, Senin (23/8/2021). 

Kemudian, pihaknya bersama tim Relawan Anak Bangsa berkunjung ke kediaman Siswoyo dan melihat kondisi keluarganya yang memprihatinkan. 

Dengan kondisi Siswoyo yang terbaring lemas dan ditemani oleh kedua anaknya yakni Muhammad Ilham (10) dan Muhammad Rizky (4). Serta terdapat satu rekan Siswoyo yang bertempat tinggal dirumah tersebut yakni Aro' Sujarwo (55). 

Yuyun mengatakan bahwa Siswoyo sendiri memiliki saudara yang bertempat tinggal di kawasan Muharto, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Namun, saudaranya tersebut juga sibuk untuk mengurusi ibu dari Siswoyo yang mengalami sakit stroke. 

Akhirnya, selama kurang lebih tiga minggu yang lalu atau pada Bulan Juli 2021, Siswoyo dirawat oleh kedua anaknya, Aro' Sujarwo, serta terus secara rutin disuplai makanan siap makan oleh warga di sekitar wilayah RT 04/RW 07, Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. 

Kemudian, sebelum pihaknya mengevakuasi Siswoyo untuk dibawa menuju ke dokter, pihak Relawan Anak Bangsa juga meminta izin kepada keluarga serta jajaran RT setempat. Pasalnya, jika tiba-tiba Siswoyo langsung dievakuasi, kekhawatirannya akan terjadi mis komunikasi.

"Akhirnya hari Rabu (18/8/2021) kita evakuasi, sebelumnya kita telepon Pak RT, njenengan ikut juga ya pak, sebagai Ketua RT dan warga harus tahu, akhirnya kita evakuasi," terangnya. 

Lalu tim dari Relawan Anak Bangsa yang berjumlah tiga personel mulanya akan mengevakuasi Siswoyo menggunakan dragbar atau tandu ambulans, namun kesulitan. Akhirnya pihaknya membawa tandu skop ke dalam kamar Siswoyo dan keluar melalui jendela. 

"Kemudian waktu diangkat Pak Siswoyo mengeluh kakinya sakit. Ini nggak bisa (diangkat, red) kakinya, otomatis tim ku mengasumsikan wah orang ini sakit, lumpuh ini. Kondisi memang lemas waktu itu, enggak bisa jalan," ujarnya. 

Kemudian pihaknya juga mengakui bahwa salah satu anggota timnya membuat video tiktok terkait kondisi Siswoyo. "Tim ku ini bikin tiktok mas yang tulisannya lumpuh, lah memang waktu di evakuasi dengan tandu skop kondisi seperti itu, ya enggak salah timku kalau buat tiktok seperti itu. Yang kita lihat kan real di lapangan saat evakuasi," terangnya. 

"Akhirnya dibawa ke Dokter Gunawan yang ada di Dau, warga ikut, Pak RT juga ikut," imbuhnya.

Setelah sampai di tempat praktek Dokter Gunawan, kemudian Siswoyo diperiksa dengan mengangkat kedua tangan Siswoyo secara bergantian, dan ternyata bisa. Namun di dekat bahu sebelah kanan, dari pemeriksaan Dokter Gunawan terdapat benjolan. 

Akhirnya Siswoyo diberikan surat pengantar melalui Yuyun untuk pada hari Senin (23/8/2021) agar dilakukan rontgen di sebuah fasilitas layanan kesehatan di Jalan Pattimura, Kota Malang. "Akhirnya di kasih surat pengantar, terus semua biayanya di gratiskan semua dan dikasih obat juga," tuturnya. 

Usai diperiksa tersebut, Yuyun mengatakan bahwa masih belum ada diagnosa penyakit yang terdapat dalam tubuh Siswoyo. Hanya saja terdapat benjolan di dekat bahu sebelah kanan. "Kata dokter kalau ini engga difoto (rontgen, red) saya enggak tahu ini," katanya. 

Terlebih lagi, ketika Siswoyo ditanya oleh Dokter Gunawan terkait makan sehari-hari, Siswoyo mengaku bahwa dirinya merasa tidak enak untuk dibuat makan. "Waktu diperiksa sama Dokter Gun, enggak makan ya? Enggak enak pak. Berarti kan bukan berarti dia kekurangan makan, cuma enggak enak makan pada waktu sakit ini," jelasnya.  

Namun ketika menunggu hari untuk menuju pelaksanaan rontgen, pada hari Jumat (20/8/2021) sekitar pukul 20.18 WIB atas perintah Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto, Siswoyo telah dievakuasi menuju Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) untuk mendapatkan perawatan medis secara intens. 

Lebih lanjut, pihaknya juga menyayangkan banyak informasi maupun pihak-pihak yang malah menyudutkan Relawan Anak Bangsa yang telah mengevakuasi dan membantu Siswoyo di beberapa WhatsApp Group ataupun media sosial. 

Pasalnya, pihaknya telah bekerja tulus dan ikhlas membantu Siswoyo agar bisa mendapatkan penanganan medis segera, namun malah tindakannya tidak dianggap dan cenderung dicari-cari kesalahannya. 

Sementara itu pihaknya berharap, meskipun dengan terpaan isu yang berhembus dan cenderung menyudutkan Relawan Anak Bangsa, pihaknya akan tetap berjalan di jalur sosial.

"Kedatangan bantuan kita tidak ada tendensi apapun, kita tetap didalam basic sosial. Kalaupun ada ataupun kesalahan yang kita tidak sengaja, ya kita mohon dimaafkan. Harapan kita semoga kita diberikan kesehatan dan kita bisa membantu warga-warga yang memang butuh bantuan," pungkasnya.

Topik
kejadian blitarkronologi evakuasi siswoyoisoter kota blitarberita kota malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru