Teroris JI Masih Punya 1.600 Pengikut, Ribuan Kotak Amal Disebar di Warung Makan

Aug 23, 2021 15:21
Ilustrasi (Foto: Nonstopnews.id)
Ilustrasi (Foto: Nonstopnews.id)

INDONESIATIMES - Masyarakat kini tengah dihebohkan dengan munculnya teroris Jamaah Islamiah (JI). Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri telah mengamankan puluhan ribu celengan kotak amal yang diduga berkaitan dengan penggalangan dana teroris JI tersebut. 

Rupanya, kotak amal itu disebar di supermarket hingga warung makan. Disampaikan Kabag Bantuan Operasi Densus 88 Kombes Pol Aswin Siregar, puluhan ribu kotak amal itu berada di sejumlah titik lokasi kota ataupun provinsi. 

"Ada ribuan lokasi. Di satu kota atau provinsi bisa 1.000 atau 2.000 kotak. Tempatnya tersebar di mana-mana, masyarakat yang berikan. Kayak di warung, supermarket, tempat ibadah, dan lain-lain," ujar Aswin. 

Ditambahkan oleh Kadiv Humas Polri Irjen Argo yuwono, organisasi terlarang itu memang sengaja menempatkan kotak amal di titik-titik yang sekiranya ramai masyarakat. 

”Infaq ini ada di warung, ada di tempat orang yang mudah ada orang berkumpul. Entah itu yang laksanakan kegiatan pembelian makanan atau barang, dia dipasang di sana yang banyak orang lalu lalang," tutur Argo. 

Menurutnya, tidak ada ciri-ciri spesifik terkait kotak amal yang diduga terkait teroris JI itu. 

"Enggak ada nomor registrasi, enggak ada nomor izin juga tidak ada. Ini di Bojonegoro dipasang, ada di Parung juga," lanjut Argo. 

Hasil dari kotak amal tersebut, kata Argo mencapai Rp 124 miliar lebih. Dana itu bersumber dari sumbangan masyarakat maupun beberapa perusahaan logistik yang dikumpulkan sejumlah yayasan yang merupakan sayap organisasi JI, salah satunya yakni Syam Organizer. 
Dari Rp 124 miliar dana yang terkumpul, baru Rp 1,2 miliar yang dialirkan ke JI.

Titik-titik lokasi kotak amal itu diketahui polisi dari kelompok JI yang telah ditangkap. Seperti diketahui, polisi sudah menangkap 58 orang terduga teroris jaringan JI selama Agustus 2021 ini. Argo mengatakan, jika para pelaku ini berencana melakukan aksi teror saat HUT RI ke-76. 

"Kelompok JI sendiri dan dia ingin menggunakan momen 17 Agustus Hari Kemerdekaan," jelas Argo.

Polisi memperkirakan masih ada sekitar 1.600 anggota JI di seluruh Indonesia. Hal tersebut juga diketahui berdasarkan anggota JI yang tertangkap oleh Densus 88. 

"Sampai saat ini dari keterangan tersangka ini ada sekitar 1.600 personel aktif di JI. Kita tidak tahu mereka merekrut siapa-siapa. Tapi setelah dilakukan penangkapan kita baru tahu oh ternyata jumlahnya sekian," ungkapnya. 

Ia menyampaikan banyaknya anggota JI tidak terlepas dengan pola rekrutmen pimpinan organisasi terlarang tersebut. Mereka dinilai lihai menjerumuskan masyarakat agar mau masuk sebagai anggota. 

Anggota JI ini sebelumnya diperkirakan mencapai 6.000 orang. Namun pada 2020 lalu, petinggi JI bernama Upik Lawanga yang juga dijuluki penerus dokter Azhari tertangkap. 

Untuk diketahui, pada 2004 silam ia terlibat dalam pembunuhan Helmi Tembiling istri Anggota TNI AD, penembakan dan pengeboman gereja anugrah pada 12 Desember 2004.

Selain itu, pengeboman GOR Poso 17 Juli 2004, bom pasar sentral 13 November 2004. Tahun 2005, bom pasar Tentena, Bom pura Kandangan, Bom pasar mahesa.

Kemudian 2006, terlibat bom termos nasi Tengkura, bom center kaus hingga, penembakan supir angkot. Hingga pada 2020, Upik membuat senjata api rakitan dan membuat bunker. 

Topik
relawan anak bangsaSebar kotak amalTim Densus Anti Teror
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru