Kisah Sahabat Rasulullah yang Setiap Hari Dijemput Iblis untuk ke Masjid

Aug 23, 2021 14:43
Ilustrasi (pixabay)
Ilustrasi (pixabay)

MALANGTIMES - Banyak kisah dari sahabat Rasulullah yang memang memberikan tauladan maupun inspirasi bagi umat Islam. Salah satunya adalah sahabat yang bernama Abdullah Bin Ummi Maktum RA. Iya merupakan sahabat dari rasulullah yang terlahir dalam keadaan tunanetra.

Dikisahkan dalam channel Taffakur Fiddin, jika dalam usai senjanya, ia meminta kepada Rasulullah untuk diperbolehkan melaksanakan shalat sendiri dirumahnya karena keterbatasan fisiknya.

"Wahai Rasulullah, saya lelaki buta, rumah jauh dari masjid dan tak memiliki penuntun jalan yang layak, apakah saya memiliki rukshah (keringanan) untuk menjalankan shalat di rumah ?," Kata Abdullah Bin Ummi Maktum.

Mendengar pertanyaan dari Abdullah Bin Ummi Maktum itu, Rasulullah kemudian segera meresponnya. Rasulullah berkata, "Ya," jawab Rasulullah.

Awalnya Rasulullah memang mengijinkan Abdullah Bin Ummi Maktum untuk shalat di rumah. Namun, ia kemudian pergi keluar dan tak lama dipanggil kembali oleh Rasulullah.

Rasulullah kemudian bertanya kepada Abdullah Bin Ummi Maktum. "Apakah engkau mendengar seruan sholat ?," Tanya Rasulullah.

Abdullah Bin Ummi Maktum kemudian menjawab pertanyaan Rasulullah. "Ya Rasulullah, saya bisa mendengarnya".
 
Mendengar jawaban Abdullah Bin Ummi Maktum, Rasulullah kemudian mengatakan agar Abdullah Bin Ummi Maktum tetap melaksanakan sholat di masjid dan berjamaah dengan jamaah lainnya.

Apa yang dikatakan Rasulullah, didengar Abdullah Bin Ummi Maktum. ia kemudian tetap istiqomah untuk menjalankan salat lima waktu berjamaah di Masjid seperti halnya yang dikatakan Rasulullah. 

Dalam riwayat Ahmad disebutkan bahwasanya antara rumah Abdullah Bin Ummi Maktum dengan masjid terdapat bebatuan dan pohon-pohon kurma. Sepeti diketahui jika Abdullah Bin Ummi Maktum ini mengalami kebutaan, sehingga mengalami kesulitan ketika melintasi jalan tersebut.

Setiap kali mendengar adzan, ia selalu berjalan dan meraba-raba menyambut panggilannya. Meskipun dalam kondisi gelap, seperti halnya saat isya maupun subuh, ia tetap Istiqomah berjalan menuju masjid. 

Kemudian, pada suatu hari, Abdullah Bin Ummi Maktum tersandung sebuah batu dan kemudian tersungkur. Darah segar pun mengalir diwajahnya. Namun ia kemudian menyeka wajahnya dan tetap pergi ke masjid.

Dan sejak saat itu, terdapat seorang laki-laki yang dengan ramah selaku menuntun dan mengantarkan Abdullah Bin Ummi Maktum  pergi ke masjid setiap hari. Bahkan ketika selesai dari masjid, pria tersebut juga selalu mengantar Abdullah Bin Ummi Maktum pulang sampai rumah.

Laki-laki asing itu melakukan hal tersebut setiap hari.  Hingga Pada suatu hari Abdullah Bin Ummi Maktum kemudian menanyakan tentang siapa nama dan asal dari laki-laki tersebut. 

kemudian laki-laki tersebut menjawab, "tak perlu kau tahu aku dan tidak perlu kau mendoakan aku, karena sesungguhnya aku ini iblis". Mendengar jawaban dari laki-laki tersebut, Abdullah Bin Ummi Maktum begitu kaget. Ia kemudian berkata, "bagaimana mungkin kau selalu mengantarkanku ke masjid sedangkan pekerjaanmu adalah menghalangi orang beribadah kepada Allah ?".

Kemudian iblis berkata, "ingatkah saat kau berjalan untuk salat subuh ke masjid, lalu kau tersandung dan terjatuh sehingga wajahmu terluka parah ?. saat itu aku mendengar para malaikat berkata bahwa Allah mengampuni setengah dosamu. Aku khawatir jika kau tersandung lagi, maka setengah dosamu yang lain akan diampuni Allah juga titik maka aku terpaksa mengantarmu ke masjid". 

Dari kisah ini, dapat diambil sebuah pelajaran, jika sepantasnya bagi laki-laki tidak memiliki uzur(dalam kondisi sehat) untuk melaksanakan salat lima waktu di masjid secara berjamaah.

Yang kedua, dapat dilihat semangat seorang sahabat untuk mendapatkan pahala berjamaah. Maksud yang diminta oleh Abdullah bin ummi maktum adalah, agar ia mendapat pahala saat berjamaah, tetapi cukup bagi dia untuk menjalankannya di rumah, namun hal itu tidak diizinkan oleh Rasulullah. 

Kemudian pelajaran lain yangang bisa dipetik adalah, jika Istiqomah merupakan hal yang penting bagi seorang muslim. Karena dengan Istiqomah dapat menjadi ladang pahala bahkan mengikis dosa-dosa.

 

Topik
kisah islamiEks mensoscerita islami
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru