September 2021, Sekolah Tatap Muka di Kota Malang Ditarget Digelar Kembali

Aug 23, 2021 13:42
Wali Kota Malang Sutiaji (bertopi) saat meninjau pembelajaran tatap muka siswa sekolah sebelum kebijakan masa PPKM Darurat dan PPKM Level 4. (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).
Wali Kota Malang Sutiaji (bertopi) saat meninjau pembelajaran tatap muka siswa sekolah sebelum kebijakan masa PPKM Darurat dan PPKM Level 4. (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).

MALANGTIMES - Ini bisa menjadi kabar menggembirakan bagi siswa-siswi yang merindukan lingkungan sekolah. Pasalnya, September 2021 mendatang Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menargetkan untuk kembali bisa menjalankan sekolah tatap muka.

Langkah ini, menindaklanjuti instruksi pemerintah pusat yang mulai mewacanakan pembelajaran tatap muka di sekolah pada bulan depan dengan catatan semua siswa telah tervaksinasi Covid-19.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Suwarjana menyatakan target pelaksanaan sekolah tatap muka ini balal menyasar kepada siswa SD, SMP dan SMA/SMK.

"Insya Allah (target pelaksanaan tatap muka pada September). Pokoknya jika sudah tervaksin semua, kita mulai pembelajaraan tatap muka," ujarnya.

Hanya saja, hingga saat ini capaiam vaksinasi anak bagi umur 12 hingga 17 tahun di Kota Malang baru menyasar untuk pelajar SMA/SMK. Sedangkan, bagi siswa SMP maupun SD yang sudah memenuhi umur 12 tahun masih berprogress.

"Kalau SMK/SMA kan dari provinsi, mungkin kalau 50 persen sudah (yang tervaksin). Tapi, untuk SD dan SMP kami segera juga laksanakan vaksinasi," imbuhnya.

Menurutnya, setidaknya jumlah sasaran yang harus divaksin bagi siswa-siswi sekolah ini sekitar 5.000 pelajar. Hanya saja, untuk tingkatan SD belum mencakup keseluruhan mengingat batas usia minimal yang bisa melakukan vaksin yakni 12 tahun.

Karena itu, pihaknya akan melakukan kajian terkait sekolah tatap muka bagi siswa-siswi SD. Dalam hal ini, jika diikutsertakan untuk pembelajaran luring, maka akan lebih memperketat pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) di masing-masing sekolah.

"Ada sekitar 5 sampai 6 ribuan pelajar yang harus divaksin. Tapi kalau kelas 6 SD itu kan nggak semua ya, karena batasan umur. Ini akan kita kaji jika SD juga melaksanakan pembelajaran tatap muka. Nanti mungkin prokesnya (dikuatkan) ya," pungkasnya.


Sementara itu, Wali Kota Malang, Sutiaji menambahkan, rencana pembelajaran tatap muka ini tak hanya ditargetkan untuk siswa sekolah saja. Namun, juga bagi mahasiswa di Kota Malang untuk segera bisa melaksanakan pembelajaran luring (offline). Asalkan, tergat vaksinasi di Kota Malang telah mencapai 75 persen.

"Jika di awal September nanti, 75 persen warga telah menerima vaksin, maka kesempatan mahasiswa untuk dapat melaksanakan pembelajaran luring juga dapat terwujud," jelasnya.

Sebagai informasi, rencana pelaksanaan sekolah tatap muka mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) yang dikeluarkan Menang, Mendikbudristek, Mendagri, dan Menkes. Tentunya PTM terbatas tetap harus mengutamakan kehati-hatian, keselamatan, dan kesehatan warga sekolah.

Sesuai aturan, sekolah yang bisa menggelar tatap muka terbatas hanya diizinkan di wilayah PPKM level 2 dan 3. Yakni, dengan perbandingan antara siswa yang melakukan tatap muka dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) adalah 50 persen. Sekolah tidak diizinkan menggelar kegiatan yang mengundang keramaian, misal kegiatan ekstrakurikuler.

Sedangkan untuk PPKM level 4, sekolah wajib menggelar PJJ, sementara dilarang melaksanakan PTM (Pembelajran Tatap Muka) terbatas hingga situasi sebaran Covid-19 menjadi lebih baik. Hal ini ditandai dengan penurunan angka penularan dan total kematian.

Topik
pembelajaran tatap mukaDinas Pendidikan Kota MalangWali Kota Malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru