Pastikan Kelayakan Isoter, Pergerakan Covid-19 di Sumberpucung Melandai

Aug 22, 2021 20:17
Camat Sumberpucung Yateno.(foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Camat Sumberpucung Yateno.(foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Camat Sumberpucung Yateno memastikan bahwa tempat isolasi terpadu (isoter) di wilayahnya telah sesuai dan memenuhi standar dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. Selain letak isoternya yang dekat dengan puskesmas, ia juga memastikan keterlibatan empat pilar di Kecamatan Sumberpucung dalam penanganan covid-19. 

Yateno mengatakan, saat ini ada 6 warganya yang menjalani isolasi di tempat isoter. Keenam warga tersebut yang dinilai paling memungkinkan untuk dapat dipindah agar menjalani isolasi di tempat isoter. 

"Saat ini ada 6 yang di sini (isoter). Keseluruhan, ada 16 yang positif dan 10 orang di antaranya isoman. Sedangkan  6  yang isoter sekarang," ujar Yateno.

Dari pantauannya, saat ini pergerakan covid-19 di Sumberpucung sudah melandai setelah pada awal Agustus lalu sempat meningkat. Untuk angka kasusnya, dia belum bisa menyebutkan secara pasti. Namun jika mengacu pada angka kematian, ia memastikan bahwa pergerakan covid-19 di wilayahnya telah melandai.

"Kalau jumlah pastinya, belum bisa. Cuma yang ramai itu, beberapa waktu lalu satu desa yang meninggal bisa sampai 6, 8 atau 10 per hari. Kalau sekarang sudah 2 per hari. Jadi melandai," imbuh Yateno. 

Dari pantauannya, kesadaran masyarakatnya untuk mau dipindah di isoter cukup bagus. Namun, ada beberapa warga yang menolak pindah ke isoter karena bukan alasan kesehatan. Misalnya alasan karena tidak ada yang memberi makan ternaknya jika yang bersangkutan harus dibawa ke isoter. 

"Ada yang putranya kerja di luar Sumberpucung. Jadi, kalau dia di isoter, tidak ada yang memberi makan ternaknya. Tapi kalau yang lain memang katena kondisi medis yang bersangkutan. Ada yang karena lansia, tidak bisa mandiri, dan paling banyak karena punya komorbid," terang Yateno.

Sementara itu, bagi warga isoman yang enggan dibawa ke isoter, pihaknya juga mengupayakan untuk memberi pendampingan kesehatan. Yakni dengan mengoptimalkan peran bidan desa maupun tenaga kesehatan (nakes) yang ada di desanya untuk meninjau langsung warga yang bersangkutan. 

"Kita minta bidan desa atau perawat yang ada di desa dan minta tolong Pak Babinsa dan Pak Bhabinkamtibmas untuk datang meninjau warga tersebut. Bukan hanya cek kesehatan, tapi juga memberi pemahaman dan sosialisasi terkait penanganan covid-19," imbuhnya. 

Sementara itu, sebagai informasi, untuk ketersedian fasilitas di  isoter di Sumberpucung, saat ini tercatat ada sebanyak 46 tempat tidur.

Topik
program pemulihan ekonomi nasionalIsolasi MandiriSumberpucungKabupaten Malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru