Cerita Teman Orang Tua yang Dirawat Bocah 10 Tahun Suka Konsumsi Obat Pereda Nyeri Harga Lima Ribuan

Aug 22, 2021 15:38
Salah satu teman dekat Siswoyo yakni Aro' Sujarwo yang beberapa bulan lalu telah bertempat tinggal dengan cara kos di kediaman Siswoyo, Sabtu (21/8/2021) malam. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)
Salah satu teman dekat Siswoyo yakni Aro' Sujarwo yang beberapa bulan lalu telah bertempat tinggal dengan cara kos di kediaman Siswoyo, Sabtu (21/8/2021) malam. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Terkuaknya orang tua sakit bernama Siswoyo (49) warga Jalan Raya Tlogomas Nomor 83, Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang yang dirawat anaknya berusia 10 tahun, masih menyita banyak perhatian publik. Terlebih lagi, bocah bernama Muhammad Ilham yang masih berusia 10 tahun ini juga merawat adiknya Muhammad Ricky yang masih berusia 4 tahun.

Publik bertanya-tanya terkait kelumpuhan yang dialami oleh Siswoyo, hingga dirawatnya anaknya yang masih bocah. Berdasarkan sejumlah informasi yang menimbulkan polemik di masyarakat, salah satu teman yang sehari-hari tinggal bersama di kediaman Siswoyo yakni Aro' Sujarwo menceritakan kesehariannya ketika membantu Siswoyo. 

Dirinya pun menegaskan bahwa Siswoyo tidak mengalami lumpuh selama delapan bulan akibat kecelakaan pada Bulan Desember 2020. Dia menyatakan pada saat kecelakaan itu, istri Siswoyo bernama Sri Mulyati memang meninggal dunia. Namun, Siswoyo masih bisa beraktivitas seperti biasa. Memang ada benjolan di dadanya. Siswoyo baru tidak dapat beraktivitas seperti biasanya kurang lebih tiga minggu yang lalu, tepatnya di Bulan Juli 2021.

"Tidak lumpuh sebenarnya, hanya kekurangan gizi, karena asupan makanannya kurang. Dia kuatnya di rokok, kopi, makan jajan, ketambahan keluhan benjolan yang dirasa di dadanya, jadi kompleks," ungkapnya kepada MalangTIMES.com, Sabtu (21/8/2021) malam. 

Selama tiga minggu hanya terbaring lemas di tempat tidurnya, Siswoyo sempat dibawa ke dokter oleh Relawan Anak Bangsa menggunakan ambulans. Saat itu diketahui Siswoyo didiagnosa tidak lumpuh, dan hanya kurang asupan gizi yang masuk ke tubuhnya. 

Selain itu, dirinya juga sering menyaksikan Siswoyo mengonsumsi obat-obatan seharga Rp 5 ribu dengan isi empat tablet untuk meringankan rasa nyeri akibat benjolan pada dada sebelah kanan Siswoyo. 

"Saya enggak tahu itu rekomendasi dokter atau bukan, saya juga sudah melarang untuk mengonsumsi obat itu. Tapi dia merasa cocok dan tidak mau ke dokter, akhirnya berkelanjutan berbulan-bulan," terangnya. 

Dirinya pun tidak berani memastikan apakah kondisi tubuh yang lemas tersebut hanya karena kekurangan asupan gizi makanan tersebut juga disebabkan karena konsumsi obat-obatan murah selama berbulan-bulan. 

Yang jelas, setelah beberapa bulan tidak mengonsumsi asupan gizi yang cukup dan konsumsi obat-obatan, kondisi Siswoyo lemas dan hanya dapat terbaring di tempat tidurnya. "Kalau saya bilang dia bukan lumpuh, kondisi drop itu sekitar tiga minggu yang lalu di Bulan Juli," tuturnya. 

Kurangnya asupan gizi yang masuk ke dalam tubuh ini disebabkan memang dari Siswoyo yang merasa malas untuk makan dan cenderung lebih memilih makanan beli daripada membuat sendiri yang dikirimkan oleh warga sekitar. 

"Perhatian warga, perangkat, relawan sudah berlebih-lebih. Tapi yang menjadi kendala, belum adanya kemauan keras dari Pak Sis untuk berobat agar sembuh," ujarnya. 

Namun, pada akhirnya pada hari Jumat (20/8/2021) malam, atas perintah dari Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto, Siswoyo pun akhirnya dievakuasi menuju Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Saiful Anwar  (RSSA) Malang. "Kondisi terakhir Pak Sis sudah dapat kamar setelah dirawat di UGD, tinggal menunggu diagnosa dokter apakah harus dilakukan operasi atau tidak terkait benjolan di dada sebelah kanannya," pungkasnya.

Topik
siswoyosiswoyoberita viralkomunitas di jember
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru