Dana Bantuan Operasional Sekolah Kabupaten bagi Siswa SMP Cair, Jatah SD Masih Proses

Aug 22, 2021 15:18
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Rahmat Hardijono.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Rahmat Hardijono.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Bantuan Operasional Sekolah Kabupaten (BOSKAB) tahun 2021 bagi siswa sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Malang sudah cair. Sementara untuk penyalurannya, akan dilakukan secara bertahap melalui rekening sekolah masing-masing berdasarkan data pokok pendidikan (Dapodik) per Juli 2021. 

Hal tersebut berdasarkan Surat Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Malang nomor 422.4/3295/35.07.101/2021 tentang Fokus Penggunaan dan Teknis Operasionalisasi Pelaksanaan Dana BOSKAB Tahun 2021. Dalam surat tersebut juga disebutkan, pencairan BOSKAB ke rekening sekolah dilakukan secara dua tahap. 

Tahap pertama yakni 75 persen dari pagu yakni pada bulan Agustus. Dan tahap kedua yakni paling cepat pada minggu ketiga bulan September, setelah divalidasi dengan mempertimbangkan akuntabilitas pengelolaan termasuk pemenuhan laporan pertanggungjawaban atas penyaluran tahap-tahap sebelumnya. 

"Untuk SMP sudah minggu lalu (cairnya). Tapi untuk SD masih proses," ujar Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Malang, Rahmat Hardijono, Minggu (22/8/2021). 

Di dalam surat tersebut juga disebutkan bahwa penggunaan Dana BOSKAB tahun 2021 ini, diprioritaskan untuk tiga hal. Yakni peningkatan kualifikasi dan kompetensi para pendidik serta tenaga kependidikan, pembenahan atau rehabilitasi ringan atas sarana dan prasarana pendidikan dan dukungan terhadap proses pembelajaran baik secara daring maupun persiapan pelaksanaan pembelajaran secara luring sesuai situasi di masa pandemi Covid-19. 

"Dana Boskab itu ini sementara difokuskan pada tiga hal itu, karena di Kabupaten Malang guru-guru kita banyak yang belum kompetensi. Jadi, jika siswa yang tidak bisa secara daring, gurunya diwajibkan untuk mendatangi siswa itu, tentunya dengan kompensasi, apa Rp 25 ribu, atau Rp 50 ribu, yang diambilkan dari dana Boskab itu," terangnya.

Lebih lanjut, selain digunakan untuk kompetensi guru dan mendukung pembelajaran daring, juga bisa digunakan untuk melakukan perbaikan ringan sarana dan prasarana pendidikan.

"Karena sekolah kita itu kan sudah satu tahun lebih tidak digunakan, jadi bisa digunakan untuk perbaikan ringan, seperti betulkan genting yang melorot dan sebagainya, sekolah-sekolah kita terlihat tidak terawat," pungkasnya. 

Sementara itu, berdasarkan data dari Dindik Kabupaten Malang, tercatat ada sebanyak 97 lembaga pendidikan SMP dan SD Negeri yang bakal menerima BOSKAB. Sesuai Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah (APBD) Kabupaten Malang tahun 2021, dana yang dialokasikan untuk BOSKAB SD Negeri sekitar Rp 32,6 miliar, dan SMP Negeri sekitar Rp 13 miliar.

Topik
rahmat hardijonorahmat hardijonoDindik Kabupaten Malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru