Pesan Bupati Malang Sanusi di Isoter Kecamatan Wagir

Aug 21, 2021 17:47
Bupati Malang HM Sanusi (baju putih dengan rompi hitam) bersama Forkopimda Kabupaten Malang saat meninjau isoter Kecamatan Wagir (foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)
Bupati Malang HM Sanusi (baju putih dengan rompi hitam) bersama Forkopimda Kabupaten Malang saat meninjau isoter Kecamatan Wagir (foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Bupati Malang HM Sanusi bersama Forkopimda Kabupaten Malang terus memantau isolasi terpusat (isoter) yang tersebar di seluruh kecamatan. Salah satunya di Kecamatan Wagir yang per hari ini isoter di SDN Pandanrejo hanya diisi lima orang.

Seperti biasa, kunjungan Forkopimda Kabupaten Malang mengunjungi setiap isoter dengan menggunakan kendaraan roda dua jenis trail dengan pengawalan dari Satlantas Polres Malang.

Dalam rombongan tersebut, Sanusi didampingi oleh Dandim 0818 Kabupaten Malang-Kota Batu Letkol Yusub Dody Sandra, Kapolres Malang AKBP Bagoes Wibisono, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Wahyu Hidayat dan jajaran OPD lainnya.

Ketika tiba di isoter Kecamatan Wagir, Sanusi langsung menanyakan kondisi di lapangan terkait Covid-19 di wilayah tersebut. Dari situ ia menyampaikan, saat ini isoter hanya diisi oleh lima orang.

“Per hari ini di Kecamatan Wagir isoter terisi 2 orang,” ucap Sanusi.

Ketika disinggung sisa dari lima orang yang tinggal di isoter, Sanusi menjelaskan bahwa dari keterangan Muspika Wagir, tiga orang menjalani isoman. Alasannya pun beragam, mulai dari masih ada komorbid hingga berusia lanjut usia.

“Tersisa 3 orang isoman. Alasan belum ke isoter, 1 orang karena ada riwayat sakit jantung, 1 berusia manula, dan 1 memang tinggal sendiri di rumah,” ungkap Sanusi.

Tak hanya itu, Sanusi juga membeberkan apa yang dilaporkan kepada Forkopimda Kabupaten Malang saat kunjungan tersebut. Di mana, persebaran yang terkonfirmasi sebanyak 134 orang, jumlah sembuh 109 orang, meninggal 13 orang dan kasus aktif 12 orang.

Meski begitu, Sanusi meminta agar Muspika Wagir dan tenaga kesehatan (nakes) untuk terus mengawasi dan memantau warga yang isoman. Sebab, saat ini perintah Presiden Republik Indonesia Joko Widodo bahwa tidak ada lagi orang yang isoman dan harus segera pindah ke isoter.

“Kami harap semoga sembuh dan dengan adanya isoter tidak ada yang tertular. Kami akan datangi semua isoter, agar mengetahui isoter digunakan dengan baik. Ini instruksi langsung oleh Presiden. Tidak ada lagi isoman, karena bisa menukar kepada lainnya,” papar Sanusi.

Di sisi lain, Sanusi juga meminta agar jajaran Muspika Wagir untuk menekan angka penyebaran Covid-19. Hal itu tak lain agar Kabupaten Malang segera terbebas dari wabah yang sudah hampir dua tahun itu.

“Untuk jajaran camat, saya minta tidak ada lagi tambahan (positif covid-19). Supaya kegiatan lain bisa bergerak,” pesannya.

Sanusi pun memberikan perumpamaan bahwa virus Covid-19 adalah musuh terberat. Hal itu karena virus yang tidak terlihat. Sehingga, ia meminta Muspika Wagir agar mengingatkan warganya agar tetap patuh pada protokol kesehatan (prokes).

“Prokes tetap karena virus tidak kelihatan. Kalau kelihatan, mulai pak kapolres sama pak dandim bisa menyelesaikan,” kata dia seraya mengundang tawa pada isoter itu.

Sementara itu, Sanusi juga meyakinkan bahwa Kabupaten Malang telah siap untuk menangani pasien yang memang telah terkonfirmasi positif Covid-19. Sebab, pihaknya baru saja kedatangan 100 tabung oksigen ukuran 6 meter kubik.

“Jaminan dari Kabupaten Malang oksigen cukup. Kami baru datangkan 100 tabung yang 6 meter kubik,” pungkasnya.

Setelah berkunjung ke isoter Kecamatan Wagir, rombongan Forkopimda Kabupaten Malang langsung berpindah kunjungan ke Kecamatan Dau dengan tetap mengendarai kendaraan roda dua jenis trail.

Topik
Bupati Malang Sanusikunjungan bupati malang ke isoterp2b uin maliki malangcovid 19 kabupaten malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru