Banyak Dikritik Soal APBD, Ketua Dewan: DPRD Sangat Berterimakasih

Aug 21, 2021 16:59
Ilustrasi Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Malang.(foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Ilustrasi Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Malang.(foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Banyaknya kritikan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2021 pada beberapa waktu terakhir ini, ternyata mendapat perhatian serius oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang. Termasuk kritik soal besarnya APBD Kabupaten Malang yang dialokasikan untuk anggaran perjalanan dinas (perdin) angggota DPRD Kabupaten Malang yang mencapai belasan miliar rupiah.

Ketua DPRD Kabupaten Malang menanggapi bahwa hal tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap DPRD Kabupaten Malang sebagai wakil rakyat. Menurutnya, hal itu juga sebagai bukti, bahwa masyarakat juga memiliki fungsi pengawasan. 

"Yang ditulis dan disorot banyak media itu memang sesuai di laman SIRUP. Yang mana penganggarannya di mulai akhir tahun 2020 dan sesuai siklus penyusunan APBD. Kami dari lembaga DPRD sangat berterimakasih tentang kritik dari masyarakat dan media. Karena ini bentuk rasa cinta kepada lembaga DPRD, telah memberikan pengawasan. Dan ini, merupakan auto kritik yang sangat berguna bagi kita semua. Ini memang harapan kita," ungkap Darmadi Ketua DPRD Kabupaten Malang, Sabtu (20/8/2021). 

Darmadi mengatakan, kritik yang disampaikan tersebut juga menjadi salah satu pertimbangan, hingga akhirnya DPRD Kabupaten Malang mengalihkan sejumlah alokasi anggaran. Khususnya anggaran DPRD Kabupaten Malang yang mencapai Rp 70 miliar. 

"Perlu diketahui, kita sangat mendukung penanganan pandemi Covid-19. Soal anggaran itu, kami sudah evaluasi, dan akan melakukan pengalihan anggaran di beberapa item kegiatan DPRD yang ada di bagian Sekretaris DPRD. Seperti perjalanan dinas dan kegiatan bimbingan teknis (bimtek). Karena DPRD tidak ada kegiatan lain, selain perjalanan dinas. Baik perjalanan dinas dalam daerah, kecamatan dan desa dalam memenuhi tugas serta fungsi DPRD dalam monitoring dan pengawasan. Kemudian ada kegiatan perjalanan dinas ke provinsi, maupun luar provinsi. Namun dalam 2 bulan ini  kegiatan banyak WFH (Work From Home) dan daring. Itu salah satu dilakukan pengalihan anggaran," terangnya.

Lebih lanjut Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan, salah satu kebutuhan untuk penanganan Covid-19 yang akan jadi prioritas dalam pengalihan anggaran ini adalah pengadaan Konsentrator Oksigen. Yang rencananya akan dianggarkan kurang lebih Rp 5 miliar hingga Rp 6 miliar. 

"Pengalihan anggarannya diperuntukkan untuk pengadaan oksigen konsentrator bernilai Rp 5 miliar hingga Rp 6 miliar. Pertimbangannya seperti disampaikan  pemerintah daerah, bahwa kebutuhan oksigen terus-menerus. Selama ini kerjasama dengan pihak ke-3. Dengan adanya ini (pengadaan oksigen konsetrator) ke depannya akan terus dibutuhkan. Yang mana, untuk mensuplai semua rumah sakit dan puskesmas yang berjumlahkan 36," jelas Darmadi.

Menurutnya, tidak menutup kemungkinan besaran anggaran yang akan dialihkan lebih dari Rp 6 miliar. Artinya, sangat dimungkinkan ada kebutuhan lain yang dinilai prioritas untuk dimasukan ke daftar belanja. Seperti fasilitas kesehatan atau kegiatan untuk pemulihan ekonomi. 

"Bagi masyarakat harus tetap patuhi prokes. Yang merasa sakit, segera periksa puskesmas dan dokter. Dan segera melaporkan diri jika terpapar positif, setelah ada hasil pemeriksaan lab. Jangan lagi melakukan isoman di rumah, karena membahayakan keluarga dan lingkungan," pungkasnya.

Topik
DPRD Kabupaten MalangAPBD Kabupaten MalangAnggaran Perjalanan Dinas
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru